MUNGIL: Bayi yang belum genap sehari ditemukan warga tergeletak di pos ronda Dusun Jayan, Sukoharjo, Ngaglik sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin (28/1). Saat ini bayi perempuan itu dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara di Kalasan.
NGAGLIK – Sesosok bayi mungil ditemukan warga tergeletak di pos ronda Dusun Jayan, Sukoharjo, Ngaglik sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin (28/1). Bayi berjenis kelamin perempuan itu lantas diserahkan ke Polsek Ngaglik kemudian diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kalasan.Saat ditangani pertama kali oleh tim dokter, kondisi bayi seberat 2,5 kilogram dengan panjang 43 cm tersebut lemah dan tubuhnya dingin. Setelah dirawat di incubator, kondisi bayi kembali normal dan stabil. “Kami terima dari polsek pukul 04.00. Tali pusar bayi masih basah dan panjang, tapi sudah terpotong,” ungkap Wakil Kepala RS Bhayangkara dr Syahrizal.Syahrizal memperkirakan usia bayi belum genap sehari saat ditemukan warga. Hanya sekitar tiga jam setelah dilahirkan. Tak ada cacat fisik pada tubuh bayi tersebut. Hingga tiga hari kedepan, bayi tersebut akan dirawat di Kompartemen Dokpol Unit Pusat Pelayanan Terpadu Khusus Kekerasan Ibu dan Anak.Syahrizal menyatakan tak bisa merawat bayi lebih lama karena anggaran dari pemerintah terbatas. Selanjutnya, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial atau lembaga swadaya masyarakat yang fokus terhadap permasalahan ibu dan anak.Penyidikan kasus tersebut ditangani Polsek Ngaglik dan Polres Sleman. Kapolres AKBP Ihsan Amin mengatakan masih menyelidki kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi. Ini dilakukan untuk menelusuri keberadaan orang tua bayi. “Masih dalam pengembangan,” katanya.Pantauan Radar Jogja, keberadaan bayi tersebut di pos ronda pertama kali diketahui oleh Slamet, 55. “Usai tahajud, saya dengar tangis bayi. Ternyata ada di sini (pos ronda),” ungkap slamet sambil menunjukkan lokasi bayi yang ditaruh di sisi kanan pos ronda.Saat ditemukan bayi tersebut terbungkus kain batik warna biru dan merah. Slamet menemukan bayi sebelum hujan deras tengah malam kemarin. Setelah diberi pakaian oleh istrinya, Slamet lantas melaporkan kejadian itu ke bidan desa yang diteruskan ke polsek setempat. “Sepertinya itu bukan bayi milik warga sini,” ungkap ibu-ibu penjual sayur yang warungnya tepat di samping pos ronda. Menurut perempuan yang tak ingin disebut nama ini, di Jayan ada tiga perempuan hamil tua dan seorang lagi telah melahirkan di rumah sakit. “Mereka yang hamil tadi belanja di sini semua,” lanjut ibu paruh baya itu. (yog/ila)