MAGELANG-Sangat jarang seorang pejabat berani berkirim surat kepada wali kota, selain berbentuk nota dinas. Tetapi Devananda, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipl (Disdukcapil) melakukan langkah berani. Dia berkirim surat kepada Wali Kota Sigit Widyonindito karena merasa prihatin dengan masalah moral para pejabat di lingkungan Pemkot Magelang. “Ini (surat) sebagai penajaman atas arahan Bapak Wali Kota pada 30 Desember 2013 lalu,” kata Devananda, kemarin. Dikemukakan, surat yang dikirim tidak lepas dari adanya pembiaran perilaku pejabat yang seharusnya mendapat teguran dan pembinaan, tetapi tidak dilakukan oleh pejabat yang berwenang sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 53/2013 tentang Displin PNS. Dampak dari hal tersebut kemudian bermunculan surat kaleng.
“Dalam surat kaleng yang biasanya dikirim ke anggota dewan pejabat dilingkungan Pemkot Magelang isinya cenderung soal dugaan hubungan asmara antara pejabat dengan seseorang wanita. Bahkan saat ini ada yang kemudian akhirnya melakukan pernikahan resmi,” tuturnya. Soal surat kaleng yang dikirim ke anggota dewan, menurut pria yang akrab disapa oleh Andi ini pernah dibenarkan oleh Ketua DPRD Kota Magelang Muh Hasan Suryoyudho. “Saat melakukan Kunjungan Kerja 4 LKPJ DPRD Kota Magelang ke Kabupaten Barito dan Pemkot Banjar, sekitar April 2013, Pak Hasan mengaku telah mendapat telepon dari istrinya (Bu Hasan) yang mengkonfirmasi surat kaleng tentang hubungan lain jenis seorang pejabat,” ujarnya. Pria yang pernah menjabat kepala Dinas Pengelolaan Pasar dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi tersebut berharap wali kota bisa melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran moral itu. Mengingat wali kota mempunyai kewenangan menilai dan memberikan teguran terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh bawahannya. “Kalau bawahan salah bisa ditegur atau dibina oleh pimpinannya. Pertanyaannya, kalau pimpinan yang salah, siapa yang akan menegur. Makanya untuk pelanggaran, terutama pelanggaran moral, butuh sebuah ketegasan. Sing soposalah seleh,” tandasnya. Andi mengaku surat tersebut telah mendapat tangapan dari wali kota. Yakni dengan dikirimnya pesan pendek dari nomor telepon seluler wali kota yang intinya menyatakan terima kasih dan suatu waktu akan dibicarakan khusus. “Dalam SMS itu, beliau respek dan berjanji akan membicarakaannya dengan saya secara detail,” ungkap sembari menunjukkan pesan singkat dari Nomor Ponsel Wali Kota Magelang. (dem)