JOGJA – Penyidik Kejati DIJ telah memeriksa tersangka kasus hibah Persiba Rp 12,5 miliar lebih dari satu kali. Termasuk terhadap mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo Nurcahyo. Namun hingga sekarang penyidik yang dipimpin Aspidsus Kejati DIJ Pindo Kartikani SH belum menunjukkan tanda-tanda menahan EBN.Kemarin (28/1) untuk kali ketiga EBN diperiksa. Ia menjalani pemeriksaan lebih dari enam jam sejak pukul 09.30 hingga 16.00. Pemeriksaan berlangsung di lantai tiga gedung kejati. Selama pemeriksaan, EBN yang sekarang menjabat Kabag Kerja Sama dan Pengembangan Potensi Daerah Setda Bantul itu didampingi penasihat hukumnya Bimas Aryanta SH. Istri EBN juga tampak menyertai dan menunggu di sofa lobi lantai tiga.”Tersangka EBN dicecar 21 pertanyaan,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ, Purwanta Sudarmaji SH kemarin.Menurut Purwanta, dalam pemeriksaan itu salah satu materi pertanyaan mulai menyentuh perkara. Yakni, seputar proses penganggaran dana hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar yang dianggarkan dua kali. Rinciannya, sebesar Rp 8 miliar lewat APBD murni 2011 dan sisanya Rp 4,5 miliar dialokasikan pada APBD Perubahan 2011.”Penyidik masih mendalami, siapa yang berperan aktif mengusulkan dana hibah tersebut termasuk ketika akan dibahas hingga disetujui,” tandas mantan Kasi Pidsus Kejari Kendal ini.Rencananya, EBN akan kembali diperiksa pada Selasa (4/2) mendatang. Setelah ditanya proses penganggaran, EBN juga diminta menjelaskan proses pencairan dana hibah. “Nanti mekanisme pencairan hibah akan ditanyakan sama penyidik,” terang Purwanta.Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan sejumlah alat bukti. Setelah alat bukti dianggap cukup tahap berikutnya akan dilakukan pembuktikan di pengadilan oleh jaksa penuntut umum (JPU). “Pembuktiannya nanti di persidangan,” jelasnya.Disinggung mengenai rencana pemeriksaan tersangka lainnya mantan Bupati Bantul HM Idham Samawi yang dilakukan hari ini Rabu (29/1) Purwanta menerangkan, tidak ada persiapan khusus.Hanya saja pengamanan yang dilakukan kejati disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP). “Pengamanan tetap sesuai SOP,” papar Purwanta.Penasihat hukum EBN, Bimas Aryanta SH mengatakan, pemeriksaan berjalan lancar. Kliennya dapat menjawab seluruh pertanyaan. Berbeda dengan Purwanta, Bimas menyebutkan ada 15 buah pertanyaaan diajukan penyidik. Di antaranya mengenai tugas pokok fungsi (tupoksi) sebagai kepala kantor pemuda dan olah raga (pora) maupun mekanisme pencairan hibah. “Hibahnya memang melalui kantor pora, tapi tidak hanya pora saja. Ada instansi atau pejabat lain yang ikut bertanggung jawab,” bela Bimas. (mar/kus)