Disperindagkop-UKM Kelola Pedagang Jl Mataram
JOGJA – Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) DIJ sedang fokus memerangi pembajakan karya cipta. Mereka siap-siap melakukan penegakan atas pelanggaran yang terjadi.Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni menertibkan usaha penjualan video compact disc (VCD) bajakan di sepanjang Jalan Mataram Jogja. Penertiban rencananya dilakukan tahun ini.Para pedagang yang membuka lapak untuk menjual VCD bajakan bakal diminta mengganti produk jualan. Mereka akan diminta menjual produk yang tidak melanggar hak kekayaan intelektual (HKI).Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual menawarkan solusi. Salah satunya adalah menyarankan para pedagang VCD bajakan di kawasan itu beralih menjual produk kerajinan khas Jogja.Hal itu terungkap dalam launching program HKI bertema 2014 HKI Untuk Perlindungan dan Daya Saing Produk Jogja kemarin (28/1). Salah satu program yang ditekankan adalah penataan dan penetapan kawasan Jalan Mataram sebagai kawasan sadar HKI. “Kawasan Jalan Mataram akan menjadi pilot project kawasan sadar HKI. Nantinya juga mengarah ke wilayah lain termasuk Malioboro,” ujar Kepala Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual Disperindagkop-UKM DIJ Endar Hidayati.Menurutnya, instansinya menargetkan pada hari HKI April nanti penataan Jalan Mataram sudah terwujud. Kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan berbudaya HKI. Terlebih pada 2013, DIJ sudah ditetapkan sebagai wilayah berbudaya HKI.Endar menjelaskan, penataan di Jalan Mataram tidak dilakukan sepenuhnya. Penertiban hanya dilakukan terhadap pelanggaran hak cipta. Di antaranya adalah pedagang VCD bajakan.Menurutnya, instansinya tidak akan semena-mena mematikan usaha yang dijalankan para pedagang VCD bajakan. Tapi, mereka diberi kesempatan untuk menjual produk lain semisal kerajinan khas Jogja.Endar mengaku instansinya sudah berkoordinasi dengan penmasok produk kerajinan. “Harapanya nanti kawasan Jalan Mataram bisa menjadi pusat tujuan wisata belanja baru,” tuturnya.Konsultan HKI Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual Disperindagkop-UKM DIJ Sigit Adi Pratomo menegaskan, selama ini kawasan Jalan Mataram dan Malioboro termasuk zona merah dalam pelanggaran HKI. Bahkan, pelanggaran HKI di kedua kawasan itu sudah menjadi sorotan di nasional.Kepolisian, katanya, sudah siap mengambil tindakan tegas atas pelanggaran HKI. “Selama ini di kawasan Jalan Mataram sudah terjadi sengketa terkait HKI. Tapi masih bisa diadvokasi dan tidak sampai dibawa ke ranah hukum,” paparnya.Sigit, yang aktif di Pusat HKI FH UII Jogjakarta, menambahkan, komunikasi dengan para pedagang VCD bajakan sudah dijalan. Mereka memberikan respons positif.Terlebih, lanjutnya, sebenarnya para pedagang VCD bajakan ini juga makin terpojok seiirng berkembangnya teknologi. Menurut Sigit, dengan kemudahan mengunduh film atau permainan dengan peranti yang didukung saluran internet membuat masyarakat tidak terlalu tertarik lagi membeli VCD. “Para pedagang di sana juga sudah merasa tidak tenang,” tuturnya.Diakui Sigit, selama 2013 masih banyak ditemui kasus sengketa HKI. Kebanyakan melibatkan pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) UKM di DIJ. Untuk itu, pihaknya bertekad terus melakukan sosialisasi tentang HKI.Selain di kawasan Jalan Mataram, pelanggaran HKI juga banyak ditemui di kawasan Malioboro. Pelanggaran yang terjadi adalah meniru kaos tertentu. “Bertahap. Nantinya kami juga akan melakukan penataan di Malioboro dan kawasan lainnya,” jelas Sigit. (pra/amd)