Sinergi Pemerintah – PT Belum Terlihat
SLEMAN – Pemerintah dan perguruan tinggi (PT) daerah belum sepenuhnya tanggap akan potensi sumber daya alam (SDA) yang ada. Padahal sesuai dengan amanat UUD 45 SDA yang ada diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat. Mantan Deputi Menristek Bidang Perkembangan Riset Iptek Prof Lilik Hendrajaya menjelaskan PT memiliki peran dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dari SDM yang berkualitas inilah potensi setiap daerah bisa dikuasai dan dimanfaatkan. “Sayangnya hal ini belum direspon dengan baik oleh keduanya. Padahal potensi daerah ini bisa dikembangkan melalui riset-riset. Sayang sinergi tersebut belum terlihat,” kata Lilik dalam Workshop Wawasan Nusantara dan Wawasan Kebangsaan di Fakultas Biologi UGM, Selasa (28/1). Bukan rahasia lagi banyak daerah-daerah yang kaya dengan minyak bumi atau batubara namun tidak sepenuhnya dikuasai oleh bangsa sendiri. Ini disebabkan, daerah-daerah yang kaya akan minyak tidak memiliki sumber SDM yang mampu mengelola SDA tersebut. Lilik mengatakan, meski di sana ada PT, tapi tidak ada satu pun perguruan tinggi membuka program studi tentang geologi atau perminyakan. Akibatnya, respon untuk pengelolaan menjadi lambat, sehingga terlebih dahulu dimanfaatkan oleh pihak luar. “Ini harus diubah. Bagaimana bisa menguasai SDA kalau yang ada di dekat sendiri tidak dikuasai dengan baik,” jelasnya. Guna mencapai kemandirian, jelas Lilik, PT harus menjalankan 4 paradigma, diantaranya Tridharma PT, riset menuju kemandirian, pengembangan SDM akademik serta bisnis perguruan tinggi yang bermartabat. Menurut Lilik guna mencapai tujuan, PT harus melakukan setiap kegiatan dengan mengintegrasikan kemampuan diikuti tridharma secara terpadu, produktif dan terukur. Sejalan dengan keinginan membangun bangsa, Fakultas Biologi UGM terus mengembangkan program pendidikan dengan melibatkan para mahasiswa yang berasal dari daerah 3T terdepan, terluar dan tertinggal. Dekan Fakultas Biologi UGM Suwarno Hadisusanto menyampaikan melalui pembekalan bagi mahasiswa Program Pra-S2 Biologi UGM yang berasal dari daerah 3T, para mahasiswa lebih memiliki rasa percaya diri ketika nantinya menjadi seorang pendidik. “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara latar belakang materi ilmu serta wawasannya dengan kompetensi yang dituntut oleh program Magister bidang Biologi di UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan terpadu tentang wawasan nusantara dan kebangsaan bagi para mahasiswa pra-S2,” ujarnya. Pembekalan sendiri dilakukan terhadap mahasiswa yang merupakan dosen atau calon dosen S1 (biologi ataupun non biologi) dari beberapa PT di daerah 3T, seperti Universitas Timor, Universitas Negeri Papua, Universitas Jambi, Universitas Malikussaleh, Universitas Papua dan Politeknik Gorontalo. (bhn)