PURWOREJO – Nilai kerugian akibat gempa yang terjadi di Purworejo mencapai Rp 234 juta lebih. Jumlah itu masih memungkinkan bertambah. Sementara kerugian tersebar dialami SD Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sekolah ini mengalami kerusakan terutama talud sekolah yang amblas. “Jumlah kerugian memungkinkan bertambah, setelah dilakukan pengecekan di lapangan,” ungkap Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Purworejo Hardoyo, kemarin (28/1).Menurut Hardoyo, BPBD Purworejo melakukan penanganan termasuk memberikan bantuan logistik dan material. “Kami mengirimkan batu, pasir, dan semen di lokasi gempa di Bayan,” imbuhnya.Sementara itu, Kodim 0708/Purworejo mengambil langkah cepat menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI untuk membantu korban bencana gempa bumi.Sebanyak 100 personel Kodim 0708/Purworejo diterjunkan ke beberapa titik lokasi korban gempa. Seperti di Kecamatan Bayan, Kaligesing, dan Bener. Anggota TNI langsung berbaur dengan masyarakat, Polri, dan Muspika mengevakuasi puing rumah korban rusak.Di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, personel TNI membantu pemugaran rumah Untung, warga RT 02/ RW 02 yang rumahnya rusak terkena gempa. Kodim juga memberikan bantuan semen 20 sak bagi korban gempa, serta 50 lembar eternit bagi SD Pandanrejo, Kaligesing.Bantuan diserahkan Kasdim 0708 Puworejo Mayor Inf Widodo mewakili Dandim 0708 Letkol Inf. Arry Sundoro SSos. “Atas nama Dandim 0708 Purworejo, saya serahkan bantuan semen dan eternit. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan sekolah yang menerima,” ucapnya.Menurut Kasdim, personel masih di lapangan bersama masyarakat. Mereka kembali mendirikan rumah yang rusak.Kepala Desa Tangkisan M Taufik mengaku terbantu dengan langkah TNI. Rencananya, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan rumah yang dipugar. Fokus pengerjaan rumah yang terkena bencana diurutkan dari yang terparah. “Kebetulan rumah Pak Untung paling parah. Karena tidak bisa ditempati lagi, fokus pengerjaan dilakukan di sini,” katanya.(tom/hes)