JOGJA – Libur panjang Imlek tahun ini memberikan efek posisitf bagi dunia perhotelan di DIJ. Jika biasanya selama awal tahun ini merupakan masa low season, dengan adanya libur Imlek bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke DIJ. Hal itu juga berkontribusi meningkatkan okupansi hotel-hotel di DIJ.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono mengatakan kalangan hospitality di DIJ merasa sangat terbantu dengan long weekend nanti. Menurut Deddy, saat low season ini tingkat okupansi hotel berbintang hanya sekitar 30 hingga 40 persen saja. Sedangkan hotel melati hanya sekitar 20 persen saja. Tapi saat long weekend nanti diprediksi bisa meningkat pesat.
“Saat liburan nanti okupansi hotel bintang bisa meningkat hingga 90 persen dan hotel melati menjadi sekitar 40 persen,” ujar Deddy kemarin (28/1).
Meskipun begitu, lanjut dia, sebenarnya tingkat okupansi bisa lebih tinggi jika tidak terjadi bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak wisatawan, seperti dari Manado, yang membatalkan kunjungan karena wilayahnya terkena bencana.
Deddy yang juga Ketua BP2KY ini menambahkan, pihak hotel juga tidak akan menerapkan surcharge atau biaya tambahan. Bahkan, pihaknya justru memberikan diskon. Hal itu untuk menarik tamu yang berkunjung. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke DIJ ini juga dipengaruhi karena banyaknya even pada perayaan Imlek ini. “Adanya Pekan Budaya Tionghoa juga menarik wisatawan untuk datang,” terangnya.
Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke DIJ juga terlihat dari pemesanan tiket pesawat. Menurut Ketua Asita DIJ Edwin Ismedi Himna, tiket penerbangan dari Jakarta ke Jogja sudah habis pada 30 Januari. Periode liburan Imlek ini juga turut membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIJ. “Penerbangan dari luar negeri juga mengalami peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Edwin.
Pemilik Trends Tours ini mengaku kondisi ini sangat membantu travel agen di DIJ. Jika dibandingkan libur akhir tahun lalu, saat ini kondisinya anjlok hingga 80 persen. Banyak tour guide atau travel yang menganggur karena tidak ada tamu yang datang. Meski mulai kembali ramai, pihaknya juga tidak akan menaikkan tarif. “Travel agen juga tidak mengadakan tur khusus. Perayaan Imlek ini kan juga banyak even yang digelar,” tuturnya. (pra/ila)