Dilihat dari kualitas, permainan tim cewek SMA Stela Duce 1 (Stece) memang tidak sehebat dulu. Namun dalam laga kemarin (28/1), tim besutan Andreas Agus Arjatmoko ini membuktikan diri kalau mereka masih memiliki aura juara.Berstatus sebagai pemegang tiga kali predikat Champion di Honda DBL Jogjakarta Series, Stece mendapatkan perlawanan superketat dari SMAN 8 Jogja (Delayota). Sempat merenggangkan poin pada kuarter ketiga dan keempat, Stece dibuat ketar-ketir pada kuarter keempat.Adapun motor kebangkitan Delayota pada kuarter keempat terletak pada dua pemain mereka yakni Dwinda Sonja Moerbeek danYovita. Kombinasi dua pemain ini bukan hanya sukses menekan Stece melainkan sempat membawa Delayota berbalik unggul.Hal itu terjadi saat pertandingan tersisan 1,5 menit. Under ring dari Sonja berhasil menghasilkan angka sehingga Delayota sukses unggul satu poin 18-17.Namun sayang perolehan angka Delayota tertahan pada angka 18.Arjat, pelatih Stece benar-benar memanfaatkan aturan yang memperbolehkan setiap tim melakukan full court press di dua menit terakhir pertandingan. Hasilnya Delayota tak bisa berkembang dan terus tertekan.Saat laga sudah memasuki setengah menit terakhir, Stece berhasil kembali memperoleh keunggulab. Lay Up center Stece Wenny Puspa berhasil menghujam ring Delayota untuk membuat Stece unggul 19-18.Keunggulan ini dipertajam dengan masuknya satu dari dua free throw Felia di 10 detik terakhir. Meskipun berusaha mengejar Delayota tetap gagal menang dan harus rela mengubur impian mengalahkan Stece.Usai pertadingan Arjat mengatakan kunci kemeangan timnya adalah ketenangan di menit terakhir. Kata dia hal itu membuktikan kalau para pemain Stce sekarang tertular mental juara yang dimiliki kakak-kakak mereka “Mental para pemain jelas sangat patut diacungi jempol. Mereka benar-benar menunjukkan kelas sebagai anggota tim bersejarah seperti Stece,” tandasnya.Selain itu, press full court yang ida terapkan pada dua menit terakhir berjalan sangat baik. Ia bersyukur tim lawan tidak menggunakan strategi serupa.Di kubu Delayota kekalahan ini disambut isak tangis para pemain. Pelatih Delayota Denisa Rahman bisa memahami mengapatim besutannya bisa sangat emosional.Ya, dalam laga kemarin Delayota sudah sangat dekat dengan kemenangan dari Stece. “Nama besar yang dimiliki Stece tentu memuat semua tim ingin mengalahkan mereka. Kami sudah dekat tapi apa mau dikata keberuntungan belum berpihak,” imbuhnya.Di pertandingan cewek lainya antara SMAN 1 Depok (BBC) v SMAN 2 Jogja (Smada) juga berlagsung menarik. Laga ini berakhir untuk kemenangan BBC dengan skor sangat tipis 24-23. Sayangnya kemenangan ini tidak membuka peluang BBC lolos ke babak big eight. Sebab dengan average 0,81 mereka tidak mungkin bisa menjuarai Grup G.Di laga lainnya, Mache membuka peluang untuk lolos ke babak selanjutnya. Meskipun sudah kalah di laga pertama kontra SMAN 6 Jogja (Namche), tim cewek SMAN 5 Jogja (Mache) tetap tampil spartan. Hasilnya mereka sukses membuka peluang lolos ke babak big eight setelah mengalahkan SMAN 1 Sleman dengan skor 26-17.Meskipun sulit, lolos ke babak berikutnya jadi terbuka untuk Mache. Syaratya dalam laga terakhir Grup F, SMAN 1 Sleman sukses membekap Namche dengan selisih sembilan poin.Usai pertandingan, pelatih Namche John M. mengaku dirinya sudah tidak memikirkan peluang lolos ke babak big eight. Sebab tim cewek Namche nampaknya sulit untuk dikalahkan SMAN 1 Sleman. Tapi, dia berharapkeajaiban terjadi untuk Mache. “Meskipun menang peluang lolos memang sudah tipis. Dengan status runner up tahun lalu Namche memang tim yang diunggulkan lolos di Grupini. Tapi siapa tahu saja SMAN 1 Sleman bisa menang dari Namche dan kami lolos,” terangnya.Adapun bintang kemenangan Namche dalam pertandingan ini adalah Navingga. Sulit dibendung Navingga mampu mencetak 14 poin. Double digit yang didapat timnya membuatnya puas sebab ini menandakan Namche memiliki pemain dengan level permainan hebat. “Navingga bisa membukukan double digit. Itu sangat bagus tentunya,” kata dia.Sedangkan di pihak SMAN 1 Sleman pelatih mereka Adnan bakal menginstruksikan anak asuhnya agar memberi perlawanan sengit padaNamche. Apalagi jika bisa menang dengan selisih 10 angka, SMAN 1 Sleman berhak mewakili Grup G di babak big eight. (nes/din)