WONOSARI – Pemilu legislatif 9 April mendatang. Namun demikian sejumlah pihak beranggapan sosialisasi dari penyelenggara pemilu, utamanya KPUD Gunungkidul masih minim. Hingga sekarang masyarakat masih bingung dan bisa mengganggu jalannya kesuksesan pesta demokrasi. Ketua Paguyuban Dukuh se-Gunungkidul Janaloka, Anjar Gunantoro mengatakan, seharusnya diwaktu sekarang masyarakat luas sudah paham tentang pemilu. Dalam tahapan pencoblosan misalnya. Idelanya saat ini masyarakat sudah ada gambaran menegnai kertas suara dan bagaimana cara mencoblos baik dan benar. “Namun berdasarkan informasi yang saya terima, kebanyakan masyarakat belum tersasar sosialisasi pemilu. Masyarakat tahunya, model memilih dalah satu calon sama dengan tata cara pemungutan suara periode lima tahun silam,” kata Anjar Gunantoro yang belum lama ini menggeser posisi ketua lama Sutiyono kemarin (28/1).
Dia menjelaskan, hingga sekarang masyarakat masih kebingungan bagaimana menjadi pemilih cerdas. Kekeliuan saat pencoblosan besar kemungkinan terjadi. Banyak keluhan dari masyarakat bahwa penyelenggara pemilu belum melakukan sosialisasi hingga ke tingkat akar rumput. “Boleh jadi, sosialisasi sudah dilakukan melalui tokoh masyarakat tertentu misalkan, pemerintah desa. Hanya saja, saya sendiri belum pernah dilibatkan,” ungkapnya.
Padahal, kata dia, dukuh merupakan tokoh sentral pemerintahan desa. Menjadi ujung tombak informasi kepada masyarakat. Jika digerakkan maka bisa ikut serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemilu 9 April mendatang. “Kami memahami, KPU pasti mempunyai kendala terkait dengan sosialisasi namun itu harus segera diatasi. Sebab taruhan pesta demokrasi nanti ukuran suksesnya adalah besarnya partisipasi pemilih alias melawan golput atau suara tidak sah karena salah,” ujarnya. Sementara itu Ketua KPUD Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan, sosialisasi pemilu masih menunggu petunjuk tekhnis (juknis) melalui surat edaran (SE) KPU Pusat. Pihaknya belum bisa bergerak jika belum ada SE. Yang bisa dilakukan di awal ini adalah melalui relawan demokrasi (relasi). “Kelompok di bawah KPUD ini jauh hari sudah membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” terangnya. Sementra untuk KPUD sendiri secara resmi baru melakukan sosialisasi pada Februari. Pihanya mengapresiasi kelompok masyarakat yang mengadakan sosialisasi seperti dilakukan karang taruna bhakti muda,plumbungan,putat,patuk belum lama ini. “Itu langkah cerdas kami mengapresiasi. Kami berharap masyarakat lain ikut meniru,” katanya. (gun)