MAGELANG-Setelah para Ketua Rukun Warga (RW), giliran para Ketua Rukun Tetangga (RT) “dipiknikan” Pemkot Magelang. Bentuknya berupa studi banding pengelolaan kebersihan ke Kota Surabaya (Jatim). Untuk tahap pertama, diberangkatkan 340 Ketua RT dari tujuh kelurahan. Yakni Kelurahan Jurangombo Utara sebanyak 37 Ketua RT, Tidar Selatan (45), Kedungsari (56), Kelurahan Kramat Utara (39), Kramat Selatan (52), Kemirirejo (57) dan Kelurahan Magelang sebanyak 52 Ketua RT. “Studi banding dilakukan 29-31 Januari 2014. Mereka didampingi 16 orang dari Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) serta Bagian Tata Pemerintahan. Juga ada pendamping dari kelurahan yang berjumlah 7 orang, sehingga jumlah rombongan seluruhnya 363 orang,” kata kata Kabag Humas Protokol dan Santel Pemkot Magelang Sutomo Hariyanto, kemarin. Dikemukakan, banyaknya jumlah Ketua RT di Kota Magelang membuat kegiatan dibagi menjadi tiga rombongan. Rombongan pertama berangkat kemarin, kemudian rombongan kedua dan ketiga, aan berangkattidak lama lagi. “Di Pemkot Surabaya para ketua RT akan belajar mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berikut bank sampah, taman, penghijauan dan sebagainya,” tuturnya.
Kabid Kebersihan DKPT Kusmartono menerangkan, Surabaya dipilih karena lingkungan RT dan RW bersihdan rapi serta hampir semuanya sudah menjadi kampung organik. Penghijauannya juga bagus, demikian pula pengelolaan sampah serta masyarakatnya berpartisipasi aktif menjaga kebersihan. “Bahkan sudah ada kampung yang bisa mengolah air limbah menjadi air bersih. Itu yang dipelajari di Surabaya, dan diharapkan bisa diterapkan di Kota Magelang hingga ke tingkat RT. Target yang ingin dicapai selain budaya hidup bersih, Kota Magelang bisa meraih Adipura Kencana seperti halnya Kota Surabaya,” tandasnya.(dem)