JOGJA – Tukang becak bermotor (betor) yang beroperasi di Jogjakarta kembali menggelar beraksi. Mereka melakukan demonstrasi di DPRD DIJ kemarin (28/1).Mereka mendesak pemerintah untuk memberikan legalitas kepada betor bisa beroperasi di jalan raya. “Kami ke sini menuntur pemerintah untuk memberikan pengesahan becak motor,” tandas Koordinator Betor Prambanan Joko. Aksi ini diikuti sekitar dua ratus pengemudi betor.Ia menegaskan, selama ini betor mendapatkan perlakuan berbeda dari pemerintah. Padahal, mereka mengklaim betor tak menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Kami juga tidak merusak fasilitas,” sindirnya.Tapi, hingga kini masih saja ada razia terhadap betor. Beberapa pengemudi betor masih dirazia petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ.Hal ini mengakibatkan pengemudi betor tak bisa mencari nafkah. “Hanya dari sini kami mencari nafkah,” akunya.Mereka mendesak Pemprov DIJ melindungi betor dengan peraturan daerah (perda). Ini mencontohkan provinsi lain yaitu Gorontalo. Provinsi itu sudah memiliki perda terkait legalisasi betor. “Kenapa di sana bisa di DIJ tidak bisa? Katanya daerah istimewa?” sentilnya.Joko mengaku penggunaan mesin sepeda motor yang dimodifikasi untuk menggerakkan betor itu tal lepas dari kondiri fisik para pengemudi betor. Mesin itu dipasang karena mereka tidak mampu mengayuh pedal jika becak ditumpangi penumpang. “Kami tidak memiliki pilihan lain selain dengan mencair rezeki dari betor ini,” tambahnya.Saat aksi ini berlangsung, hujan mengguyur dengan deras. Mereka juga membawa betor yang diparkir di halaman kantor DPRD DIJ. Selain berorasi, mereka juga membentangkan poster. “Kebanyakan (pengemudi betor) memang sudah tua. Tidak kuat lagi mengayuh becak jarak jauh. Ya ini pilihan kami untuk tetap bertahan hidup,” akunya.Sedangkan dari kepolisian, kata Joko, sampai saat ini masih berpedoman pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Faktor keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama kepolisian untuk melegalkan betor. Sebab, betor merupakan kendaraan hasil rekayasa sepeda motor dengan bodi becak. (eri/amd)