IMOGIRI – Setelah tiga hari tenggelam akhirnya jasad Riski Kurniawan, 20, ditemukan mengapung di aliran Sungai Oyo. Tepatnya di Desa Seloharjo, Pundong sekitar pukul 06.30 kemarin (28/1). Jasad mahasiswaSTIMIK Amikom asal Serang, Jawa Barat tersebut ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian.
Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto menuturkan jasad mahasiswa nahas yang tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alama (Mapala) pertama kali ditemukan warga setempat. Kemudian, Tim SAR bergerak menuju lokasi penemuan setelah mendapatkan informasi warga tersebut.
“Sekitar lima kilometer dari Dusun Dogongan, Selopamioro, Imogiri (lokasi kejadian tenggelam),” terang Ali.
Saat ditemukan, pakaian mahasiswa semester tiga tersebut masih dalam kondisi lengkap. Yakni, celana panjang, sepatu, dan kaos berwarna biru. Petugas Identifikasi Polres Bantul dan petugas medis dari Puskesmas setempat melakukan pemeriksaan. Kemudian, jasad Riski dibawa ke RSUP Sardjito. “Untuk diotopsi di sana,” ujarnya.
Sejumlah anggota keluarga Riski tampak di lokasi penemuan. Rencananya, sebelum dibawa di rumah duka untuk dimakamkan, jasad Riski terlebih dahulu disalatkan di kampus STIMIK Amikom.
Sekadar mengingatkan, Riski Kurniawan tenggelam di Sungai Oyo, tepatnya di Dusun Dogongan, Selopamioro, Imogiri. Ketika itu, dia tengah mengikuti Diksar Mapala dengan materi menyusuri pinggir Sungai Oyo. Dia terseret, kemudian tenggelam setelah berusaha memberikan pertolongan kepada rekannya bernama Ruly Wahyu Bintaro yang terseret derasnya arus Sungai Oyo. Nahas, dia ikut terseret, dan tenggelam. Tubuh Ruly dapat diselamatkan karena tersangkut tiang pancang jembatan Siluk. (zam/ila)