IRIGASI: Sri Purnomo menyaksikan penandatanganan penyerahan bantuan program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur sumber daya air – irigasi kecil dari Kementerian PU kemarin (28/1).
SLEMAN – Seperempat dari total 2.082 daerah irigasi di Kabupaten Sleman rusak. Akibatnya, sekitar 6.166 hektare daritotal lahan wilayah irigasi seluas 24.984 hektare di 17 kecamatan tak teraliri air secara baik.Bupati Sleman Sri Purnomo berjanji akan merehabilitasi daerah irigasi yang rusak secara bertahap. Pada 2014, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,9 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD. Itu untuk rehabilitasi 39 daerah irigasi. Selain itu pemkab juga akan membangun 45 daerah irigasi dengan total biaya Rp 8,01 miliar.Sri berharap setelah proyek irigasi selesai dibangun dan direhabilitasi, warga turut melakukan pemeliharaan. Agar bangunan irigasi bertahan lama. Khususnya oleh masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air dan gabungan perkumpulan petani pemakai air. “Penting bagi masyarakat mendukung keberlanjutan fungsi daerah irigasi,” ingat Sri usai menyaksikan penandatanganan penyerahan bantuan program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur sumber daya air – irigasi kecil dari Kementerian PU kemarin (28/1).Sri mengatakan selain memelihara saluran irigasi, petani juga harus menjaga kelengkapan alat-alat pengaturan air. Menurut bupati, terjaganya saluran irigasi mampu membantu petani meningkatkan produksi pertanian. Dengan begitu, kesejahteraan petani juga meningkat.Tahun ini, sebanyak 18 desa menerima bantuan program percepatan dan perluasan pembangunan dari Kementerian PU. Bantuan diserahkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak. Kepala Dinas Sumber Daya Alam Air, Energi, dan Mineral Sapto Winarno mengatakan program tersebut dilaksanakan oleh masyarakat melalui KPM (Kelompok Penerima Manfaat).Embrio dari kelompok tersebut adalah para pengurus dan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3) dan Gabungan P3A. Masing-masing kelompok menerima bantuan Rp 178 juta. Bantuan diberikan untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi. Meliputi pengerukan sedimen, perbaikan lining sederhana, perbaikan tanggul saluran, dan rehabilitasi bangunan air.Diungkapkan prinsip program ini adalah partisipatif dan transparansi. Masyarakat tani diberi kesempatan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan. “Manajemen dan administrasi penggunaan dana diketahui oleh seluruh anggota masyarakat tani yang terlibat,” papar Sapto. (yog/ila)