SLEMAN – Honda DBL DI Jogjakarta Series 2014 semakin seru dengan adanya Honda DBL Mascot Competition. Ini adalah kompetisi yang menampilkan kreativitas peserta melalui maskot-maskot sekolah.Maskot inipun tidak hanya sekadar pemanis, tetapi juga diajak kreatif dalam mendukung. Para maskot ini akan berada di pinggir lapangan bersama tim dance untuk memberikan dukungan kepada tim yang bertanding.Sejak opening party tanggal 24 Januari lalu, maskot-maskot sekolah pun bergantian unjuk kreatifitas.Burung Hantu Bhissak milik SMAN 4 Jogja (Patbhe) pun hadir saat tim basket cewek Patbhe bertanding melawan SMAN 2 Bantul (27/1). Meski kostum maskotnya besar namun gerakannya tetap terlihat energik saat di lapangan. Sosok di balik kostum maskot ini adalah Maldini Hikari Ersada siswa kelas XII Patbhe. “Bhissak artinya Bhinneka Siswa Sakti dan burung hantu merupakan lambang Patbhe. Maskot baru dibuat tahun ini dan khusus Honda DBL sebagai perdananya,” kata Ersada.Semangat maskot sekolah pun juga menjangkiti SMAN 2 Jogjakarta dengan menurunkan Sharko. Maskot yang memiliki bentuk seperti hiu ini memiliki arti penting bagi para siswa Smada sebagai symbol semangat dan sportivitas.Kreatifitas para suporter Smada ini benar-benar terasah karena maskot dibuat secara manual dengan melibatkan 20 siswa. “Jahit pakai tangan dan bergantian membuatnya selama dua hari. Persiapan sendiri sudah selama dua bulan,” kata koordinator Orlando Raja Gultom.Delayota menerjunkan maskot Cello. Maskot kebanggaan SMAN 8 Jogja ini sudah ditampilkan saat opening party 24 Januari lalu. Kemarin (28/1) Cello pun kembali hadir di GOR UNY. Cello pun terlihat mengkomando tim suporter dari pinggir lapangan.Koordinator suporter sekaligus penggawa dance Delayota, Ferdyna Widyaningrum memgungkapkan maskot ini khusus untuk DBL. Bahkan persiapan untuk membuat maskot ini terbilang mepet. Maskot Cello ini baru jadi pada tanggal 24 Januari. “Cello melambangkan semangat sekolah. Dipilih sosok burung karena merupakan paksi bagi Delayota,” kata Dyna.Tak mau kalah aksi gila juga dilakoni oleh Valentina Swadhitra Evita Ajeng Avengelista dari SMA Stella Duce 1 Jogja. Untuk menjadi maskot, Dhitra berdandan layaknya manusia purba. Bahkan dandanannya pun dibiarkan acak-acakan layaknya manusia purba ala Flinstone. “Menghayati peran sebagai manusia purba jadi total acak-acakan. Menyesuaikan kostum tim dance juga,” kata Dhitra. (dwi/din)