Pemkot Jogja serius melakukan penataan kawasan Alun-Alun Utara Jogja. Halaman depan Keraton Jogja itu bakal bersih dari kendaraan. Itu rencana yang digagas pemkot.
Heditia Damanik, JogjaAssekda Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kota Jogja Aman Yuradijaya terlihat mengulas senyum. Dia hampir selalu mengembangkan senyum usai menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. Ya, kemarin (28/1), dia bertemu wartawan usai mengikuti rapat dengan pejabat Pemprov DIJ di kompleks Kepatihan Pemprov DIJ Jl Malioboro Jogja.Alun-Alun Utara menjadi tema wawancara. Dia menegaskan, pemkot berencana membersihkan Alun-Alun Utara dari parkir kendaraan. Rencana itu siap dilaksanakan pada 2014.Rencana tersebut merupakan salah satu kegiatan transisi yang dilakukan pemkot dan pemprov untuk menuju kondisi ideal Kota Jogja sebagai Jogja Heritage City. Dia menyatakan, proses dari penataan Alun-Alun Utara itu akan dilaksanakan selambat-lambatnya awal tahun ini.Aman mengatakan, tujuan dari pensterilan Alun-Alun Utara tersebut adalah untuk mengembalikan fungsi pendapa-pendapa yang ada di sekitarnya. Dikatakannya, kegiatan sterilisasi tersebut meliputi penataan lingkungan sekitar kawasan itu, infrastruktur, dan optimalisasi Parkir Ngabean.Menurutnya, penataan Alun-Alun Utara memang harus selaras dengan penataan kawasan Parkir Ngabean. Menurut Aman, Pemprov DIJ akan melakukan pembangunan Parkir Ngabean tahun ini. Itu dilakukan agar supaya tidak ada lagi bus atau kendaraan yang parkir di Alun-Alun Utara. Semua bus akan diarahkan ke Parkir Ngabean.Selain itu, kata dia, nanti akan ada feeder atau bus yang akan memutar di kawasan Keraton Jogja. “Yang membangun pemprov. Tapi yang mempunyai ide awal dan melakukan pengendalian sosial kemasyarakatan itu adalah pemkot,” kata Aman.Selain penataan Alun-Alun Utara, nantinya bakal ada dua penataan lain. Yakni, pedestrian di penggal depan Istana Negara Gedung Agung beserta penantaan Jalan Pabringan dan Jalan Reksobayan.Selain itu, turut ditata pedestrian Malioboro. Ini sekaligus meliputi penataan kawasan Parkir Abu Bakar Ali dan parkir belakang kantor Dinas Pariwisata DIJ.Aman menyatakan, penataan kawasan Malioboro akan dilakukan dengan mensterilkan sisi timur. Bagian timur akan digunakan sebagai lokasi pedestrian.Kata dia, sisi timur tidak lagi dipakai untuk lokasi parkir kendaraan roda dua. Parkir motor dipindahkan ke titik tertentu. Titik pemindahan parker itu saat ini masih dalam pembahasan. “Pilihannya bisa di Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Dinas Pariwisata DIJ. Dari pantauan kami, lokasi tersebut cukup untuk menampung parkir roda dua,” terang Aman.Dari tiga kegiatan tersebut, lanjut Aman, pemkot menargetkan dua rencana selesai tahun ini. Fokus utama adalah penataan Alun-Alun Utara dan pedestrian penggal Istana Negara Gedung Agung. “Kegiatan ini hanya kegiatan transisi menuju yang ideal. Kalau yang ideal, saat ini tengah dikaji oleh Bappenas,” ujarnya.Berbicara tentang pembangunan parkir portabel di Parkir Ngabean, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) Rani Sjamsinarsi membenarkan hal tersebut. Pemprov sudah menyiapkan dana Rp 7 miliar untuk pembangunan parker. Dana ada di APBD 2014.Kata dia, lokasi tersebut cukup untuk menampung banyak bus dan kendaraan roda empat. “Saya lupa tepatnya berapa. Kalau di bawah itu, bisa untuk bus 36 bus. Sementara untuk mobil, muat cukup banyak,” jelas Rani saat ditemui dalam kesempatan yang sama.Sedangkan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta pemkot merinci tentang kawasan heritage yang ada di Kota Jogja. Seperti diketahui, di Jogja ada lima kawasan heritage yakni kawasan Keraton Jogja, Pakualaman, Malioboro, Kotagede, dan Kotabaru.Misalnya untuk kawasan keraton dan Malioboro, kata HB X, pemkot bisa mendetailkan seberapa jauh radius kawasan itu. Selain itu, apa saja yang tercakup dalam kawasan mulai infrastruktur, ekonomi, kebudayaan, hingga kondisi kemasyarakatannya. “Itu harus dirinci. Supaya jelas. Kalau ngomong kawasan, saya rasa memang masih jauh,” tandasnya. (*/amd)