Saat Pelantikan Bupati Magelang
MUNGKID – Pemkab Magelang agendakan pelantikan Bupati Magelang terpilih Zaenal Arfin SIP – Zaenal Arfin SH (Zam zam) hari ini. Namun demikian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang mengancam tak akan menghadiri pelantikan Bupati terpilih tersebut. Setidaknya yang tidak mau menghadiri rapat itu Wakil Ketua DPRD M Achadi (PKB) dan Sad Priyo Putro (Partai Demokrat). M Achadi mengaku tak menerima undangan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati itu selaku jabatanya sebagai Wakil Ketua DPRD definitive. Sehingga, dirinya merasa enggan untuk menghadiri pelantikan yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu. “Kalau belum dianggap tidak apa-apa,” ujar Achadi kemarin.
Politikus PKB ini mengaku, ketidak hadiran dirinya dalam pelantikan bukan berarti tidak mengakui Zam zam sebagai pemenang dalam Pilbup Oktober 2013 lalu. Namun, dia meminta pelantikan semestinya dilangsungkan berdasar aturan yang berlaku. Ditegaskan bahwa mendasarkan pada tata tertib DPRD dan PP 16 tahun 2010 dan surat dari Kementerain Hukum dan HAM kedudukan Plt Ketua DPRD Kabupaten Magelang Kuswan Hadji selama ini menyalahi aturan. Kuswan dinilai tidak mau turun dari jabatan Plt Ketua Dewan setelah Ketua definitive DPRD dan Wakilnya kembali ke DPRD.
Dirinya pun mengaku tetap konsisten dengan status Plt Ketua tetap tidak sah mengambil kebijakan. Termasuk diantaranya telah memimpin rapat penggantian Ketua DPRD baru Saryan Adi Yanto yang nantinya memimpin rapat pelantikan Bupati Magelang tepilih Zam zam. “Kalau nanti datang dianggap tidak konsisten,” jelasnya. Menurut Achadi, merujuk pada PP 16 / 2010, Tatib DPRD, legal opinion KPU RI, dan hasil kajian hukum ke Kementerian hukum dan HAM (Kemenkumham) status plt selesai, sejak 3 November 2013 lalu. Dimana saat itu KPU Kabupaten Magelang telah menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati Magelang terpilih. Sehingga, status dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD definitive mestinya sudah diakui setelah menyatakan aktif di DPRD. Dengan demikian dia menilai produk-produk hukum yang dikeluarkan oleh Plt Ketua DPRD selama ini cacat hukum. Pernyataan tidak mau menghadiri pelantikan Bupati juga sempat dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Sad Priyo Putro. Sad mengaku tak mau menghadiri pelantikan karena tidak mendapat undangan. “Etikanya, ketika tidak diundang, ya tidak datang. Pemkab tidak mengakui kubu kita. Malahan menciptakan konflik terus,” kritik Sad. Politikus Demokrat ini pun menegaskan, ketidak hadirannya ke pelantikan bukan berarti tidak mengakuui pemenang dalam Pilbup Magelang. “Kita menerima hasil (pemenang Pilbup). Hanya karena tidak diundang, saya tidak berangkat,” tegas dia. Terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Magelang Arry Widhi Nugoro mengaku, persiapan pelantikan Bupati terpilih sudah dilangsungkan. Sesuai rencana pelantikan akan dihadiri sektiar 1.500 tamu undangan. Tamu undangan itu terdiri dari berbagai latar belakang. “Ada kepala daerah tetangga, tokoh masyarakat, ormas, tokoh agama, dan lapisan masyarakat lain,” jelasnya. Apakah Wakil Ketua DPRD definitive juga turut diundang? Mantan Camat Muntilan ini enggan menanggapi. Dia bahkan tidak ingin diekspos terkait permasalahan tersebut. Hal itu berdasarkan keputusan internal. “Saya tidak berkomentar soal itu,” kilahnya. Seperti diketahui, paska Pilbup Magelang Oktober 2013 lalu, Pimpinan DPRD terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yakni terdiri dari kubu Plt Ketua DPRD Kuswan Hadji dan Plt Wakil Ketua DPRD Regeng Dwiyanto. Sementara kubu Ketua DPRD Susilo dan Wakil Ketua DPRD M Achadi, Sad Priy Putro dan Mujadin Putu Murja tidak diakui keberadaanya oleh Pemkab Magelang.
Kubu Pimpinan DPRD definitive tidak diakui Pemkab karena mereka hingga sekarang dianggap masih berstatus pasangan caon bupati hingga pelantikan bupati Magelang terpilh. Ke empat Pimpinan DPRD ini diketahui pada Oktober 2013 silam maju menjadi Calon Bupati Magelang. (ady)