PURWOREJO – Pengaturan rute baru, pangkalan angkutan pedesaan (angkudes) yang ada di belakang kompleks Pasar Baledono akhirnya pindah. Yaitu ke Jalan A. Yani, tepatnya di sekitar Buh Penceng, Kelurahan Baledono, Purworejo.Sedikitnya 10 trayek angkutan ke arah timur Purworejo masuk rute kawasan perkotaan Puworejo.Rute trayek baru yang dilalui, mulai perempatan Pantok (Patung WR Soepratman, Red) belok ke kiri masuk Jalan A Yani hingga perempatan kantor pos atau BRI Purworejo. Kemudian, angkutan belok ke kanan, hingga perempatan Hotel Intan.Selanjutnya ke kiri melintasi kawasan Pasar Suronegaran, terus Pasar Darurat Kompleks Plaza, belok ke kanan masuk Jalan Ahmad Dahlan menuju Pasar Kongsi, lurus hingga perempatan Mickey Mouse, belok ke kanan dan mangkal di Buh Penceng ke selatan hingga perempatan Pantok.Pengurus paguyuban angkutan perdesaan timur kota Martijo mengatakan, awalnya pemkab mengarahkan angkudes berpangkalan di Pasar Suronegaran. Dengan pertimbangan kemudahan akses penumpang, paguyuban meminta ditempatkan di Buh Penceng. “Lokasi ini sebenarnya tidak boleh karena jalan umum nasional. Pemkab meluluskan permintaan kami agar bisa di sini,” ungkapnya, kemarin (29/1).Martijo melanjutkan, pangkalan Buh Penceng bukan hanya keinginan paguyuban, melainkan atas usulan dan keinginan penumpang yang sebagian besar pedagang.”Masyarakat yang meminta kami mangkal di Buh Penceng, kalau di Suronegaran terlalu jauh. Toh kalau barangnya banyak, pedagang juga memiliki kontak kami, sehingga bisa dipanggil kapan saja,” imbuhnya.Menurut Martijo, kebijakan angkutan memutari kawasan kota bukan harga mati. Artinya, angkutan boleh memutar Jalan Pahlawan-Jalan KH A Dahlan-Jalan Kolonel Sugiono-Buh Penceng jika tidak membawa penumpang. “Kalau tidak ada penumpang ya tidak masalah, kalau meringkas jalan,” ujarnya.Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Purworejo berjaga-jaga di sejumlah titik yang dilalui jalur angkutan. Mereka mengarahkan angkutan yang belum tahu rute baru yang ditetapkan.Sementara pedagang ikan yang sekian tahun berjualan di trotoar Buh Penceng mengaku sepi pembeli, pascapindahnya pedagang dari Jalan A Yani ke lokasi yang ditentukan pemkab. Menurut mereka, Buh Penceng identik dan terkenal sebagai lokasi jual-beli ikan air tawar dan laut. “Saya menyambut gembira dengan rute angkudes yang baru. Kemungkinan tempat ini ramai kembali,” ujar Mujiah, 54, pedagang ikan di Buh Penceng Purworejo.Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Agus Budi Supriyanto menegaskan, angkutan harus memutari kawasan Kota Purworejo. “Semuanya sudah disosialisasikan pada sopir melalui paguyuban yang ada dan efektif berjalan sejak Senin (27/1),” katanya.(tom)