MUNGKID – Masyarakat Kabupaten Magelang secara resmi memiliki bupati dan wakil bupati anyar. Mereka adalah pasangan Zaenal Arifin SIP-HM Zaenal Arifin (Zam-zam).Dilantiknya bupati yang baru ini, banyak pihak berharap pembangunan di Kabupaten Magelang lebih baik. Harapan itu juga terlontar dari mulut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.Ganjar meminta bupati yang baru segera bergerak cepat mempersiapkan APBD 2014.”Ini sudah akhir Januari, tinggal sedikit waktu mengejar APBD ditetapkan,” tegas Ganjar saat sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Magelang dalam rangka pengucapan sumpah jabatan dan pelantikan bupati dan wakil Bupati Magelang masa jabatan 2014-2019 di Pendopo Kompleks Pemkab Magelang, kemarin (29/1).Ganjar meminta pembahasan APBD Kabupaten Magelang harus dipersiapkan lebih matang. Ia juga meminta, jangan terlambat seperti beberapa tahun belakangan yang menjadikan anggaran tidak terserap maksimal.ia juga menyarankan, menjadi pemimpin itu harus tahan terhadap segala macam kritik. Namun, semua itu sebagai spirit membangun daerah ke arah yang lebih baik.Selain berharap pada bupati baru, Ganjar sempat mengingatkan, pemerintahan Pemkab Magelang masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum dikerjakan. Kabupaten Magelang memiliki beberapa PR yang ditinggalkan Singgih Sanyoto, bupati sebelumnya. Dengan begitu, itu harus dikerjakan bupati dan wakil bupati Magelang terpilih Zam-zam. “Beberapa PR masih tertinggal. Ini jadi tugas bupati dan wakil bupati terpilih untuk perbaiki. Semoga ini menjadi awal yang baik,” papar Ganjar.Ganjar menyebutkan, beberapa PR yang harus dikerjakan pemimpin yang baru selama lima tahun ke depan, di antaranya mensukseskan pemilu 2014, memperbaiki temuan BPK pada keuangan Pemkab Magelang, mempersiapkan APBD Kabupaten Magelang 2014, serta menyelesaikan masalah perbatasan kabupaten dan kota. “Kami akan memfasilitasi dan melakukan koordinator dengan semua bupati dan wali kota se-Jateng. Ini diawali dengan Bupati Magelang,” jelasnya.Selain soal perbatasan kabupaten dan Kota Magelang yang belum ada kejelasan, juga soal pengelolaan Candi Borobudur yang masih dipermasalahkan beberapa pihak.Harapan yang disampaikan Ganjar pada pemimpin baru, Candi Borobudur tak hanya dijadikan pusat rekreasi. Namun juga sebagai pusat IPTEK, religius, sosial, dan budaya. Menurutnya, pengelolaan Candi Borobudur tidak boleh dipandang dari segi materiil saja. “Candi Borobudur adalah potensi dahsyat yang dimiliki Kabupaten Magelang. Mimpi kami, setiap Waisak akan ada ribuan wisatawan dari luar negeri yang datang, sehingga menggerakkan sosial, ekonomi, dan budaya,” tegasnya.Pelantikan bupati baru ini berdasar Surat Mendagri Nomor 131.33-263 dan 132.33-264 Tahun 2014. Bupati terpilih Zaenal Arifin yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Magelang dari PDIP menjadi salah satu kepala daerah termuda dengan usia 38 tahun.Pelantikan yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto, tidak dihadiri tiga wakil ketua DPRD. Yakni, M. Achadi, Sad Priyo Putro, dan Mujadin Putu Murja. Sebelumnya, mereka menyatakan tidak mendapat undangan sesuai jabatannya di DPRD.Usai pelantikan, bupati Magelang tak banyak bicara. Ia enggan berbicara banyak pada wartawan. Pria yang akrab disapa Ipin ini mengaku, usai pelantikan hendak rapat koordinasi dengan Ganjar di ruangannya. “Yang jelas, kami akan menjelaskan delapan program prioritas yang telah disusun dalam visi misi. Termasuk, pendidikan di Kabupaten Magelang agar lebih baik lagi,” ujar Ipin sembari berlalu.(ady/hes)