Ketika Ideologi Partai Politik Mulai Menipis
Dewasa ini tidak sedikit elite parpol terjerat kasus hukum. Mulai dari kasus korupsi hingga kriminal. Organisasi politik yang memiliki fungsi sebagai sarana menampung aspirasi masyarakat dinilai mulai goyah.
GUNAWAN, Wonosari
DEMIKIAN disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Gunungkidul, H. Sukamto kemarin (29/1). Dia berpendapat, kebanyakan parpol mulai kehilangan arah ideologi. Itu karena dirusak oleh elite parpol itu sendiri.”Kita bisa melihat bersama, banyak elite politik terjerat kasus hukum. Padahal mereka berasal dari kalangan intelektual dan spiritual,” sesal Sukamto.Dia sepakat, organisasi politik sangat diperlukan untuk mengawasi lembaga pemerintahan. Namun itu hanya akan terjadi jika elite parpol menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dan maksimal. “Jika tidak dilakukan ya seperti kita lihat bersama, bahwa panampung aspirasi masyarakat tersangkut masalah hukum,” ucapnya.Menurut dia, semua pihak memiliki peran masing-masing untuk menjadikan negara ini lebih baik. Maka nilai-nilai intelektual, emosional, spiritual dan sosial mestinya dipahami dengan baik sehingga elite parpol tak terjerat kasus hukum.”Saya melihat ujung kecerdasan kebangsaan meliputi, intelektual, emosional, spiritual dan sosial dewasa ini belum berjalan secara optimal. Kalaupun sudah, sifatnya masih terbatas,” ujarnya.Sukamto mencontohkan, terkait belum berjalan optimalnya kunci kecerdasan kebangsaan tersebut. Pejabat tinggi parpol bermasalah dengan hukum. Padahal seharusnya empat kunci tersebut mampu membawa perubahan menjadi lebih baik.”Kalaupun ada elite parpol yang mampu memanfaatkan dengan baik inteletual, emosional, spriritual dan sosial ruang lingkupnya masih terbatas. Hanya terbatas untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu,” ungkapnya.Dalam situasi seperti ini, Sukamto mengatakan bahwa elite parpol kurang memerankan dirinya sebagai pemacu kemajuan bangsa. Ideologi yang merupakan seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup mulai luntur.”Jika elite parpol tidak segera berbenah diri, kami khawatir pemilu nanti bisa menghasilkan wakil rakyat yang tidak memiliki ideologi, tidak memiliki nasionalisme. Ujung-ujungnya, hanya mementingkan diri dan kelompok tertentu bukan masyarakat luas,” katanya.Sementara Ketua DPD PKS Gunungkidul Arif Wibowo menganggap semua kritikan adalah baik. Jutru menjadi cambuk bagi dirinya dan kawan-kawan elite politik untuk berbenah dan menata diri.Jika memang wakil rakyat tidak mampu menampung aspirasi masyarakat namun malah terjebak dalam pusaran kasus hukum maka sanksinya adalah dihukum konstituennya. “Siap-siap untuk tidak lagi dipilih,” kata Arif Wiboro. (*/iwa)