Sejak 2007 menjabat kepala Dinas Pariwisata DIJ, mulai 17 Januari lalu Tazbir Abdullah resmi menduduki jabatan baru. Dia kini menjadi direktur promosi pariwisata dalam negeri di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Dia berjanji terus mempromosikan pariwisata Jogjakarta.
Heru Pratomo, Jogja
Suasana gayeng sangat terasa di salah satu ruang di Eastparc Hotel Jogja kemarin (29/1). Berbagai celetukan dan tawa terdengar dalam acara perpisahan Tazbir dengan para pelaku industri pariwisata dan perhotelan di Jogjakarta. Ya, meski acaranya perpisahan, bukan suasana sedih yang mengemuka.Tazbir, yang siang itu baru saja tiba dari Jakarta, langsung ikut membaur dengan para petinggi hotel di Jogjakarta yang sudah berkumpul. “Suasana guyub dan rukun termasuk dengan pelaku industri pariwisata DIJ ini yang membuat terkesan,” ujar Tazbir.Mulai pertengahan Januari lalu Tazbir dipromosikan menjadi direktur promosi pariwisata dalam negeri di Kemenparekraf. Posisi yang ditinggalkanya yaitu kepala Dinas Pariwisata DIJ untuk sementara dipegang pelaksana tugas yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIJ Didik Purwadi.Meski sudah tidak lagi menjabat kepala Dinas Pariwisata DIJ, Tazbir tetap berkomitmen ikut mempromosikan pariwisata Jogjakarta. Terlebih saat ini Jogjakarta sudah dianggap sebagai salah satu basis pariwisata Indonesia. Menjadi salah satu destinasi utama wisata Indonesia. “Seperti halnya Bali, DIJ sudah menjadi magnit,” jelasnya.Dalam kapasitas jabatan baru yang diembannya, pria asal Aceh ini menjelaskan ingin mengembangkan magnit-magnit baru pariwisata di Indonesia. Untuk itu, destinasi wisata yang didukung serius oleh pemerintah daerah dan kalangan industri akan mendapat prioritas. “Harus bareng menyiapkan event atau program yang bisa menarik kunjungan wisatawan,” terangnya.Jogjakarta, tegas Tazbir, secara nasional saat ini sudah menjadi ukuran. Segala peristiwa yang terjadi di Jogjakarta akan mendapat perhatian nasional. Sebab, Jogjakarta juga merupakan salah satu international gate (gerbang internasional). “Seperti gempa kemarin, itu juga jadi perhatian, apakah ada pengaruhnya terhadap pariwisata,” ujarnya.Secara produk pariwisata yang ditawarkan, ujar Tazbir, Jogjakarta sudah siap. Tetapi, lanjuntya, masih memiliki kelemahan dalam akses dan infrastruktur.Dia lantas menyebut akses penerbangan. Bandara Adisutjipto saat ini dianggap sudah overload. Untuk itu, dia mendukung segera dibangunnya bandara baru.Bahkan, dia meyakinkan akan membantu memperjuangkan direct flight dari Jogja ke berbagai negara.Selain itu untuk mengembangkan pariwisata Jogjakarta, dia juga mengharapkan kesadaran masyarakat mendukung terwujudnya Sapta Pesona. Sapta Pesona merupakan sebutan bagi tujuh unsur pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata. Yakni meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. “Masyarakat harus terus diajak. Semoga pengganti saya nanti bisa melanjutkannya,” ujar Tazbir.Meski sudah lama menjabat kepala Dinas Pariwisata DIJ, Tazbir mengaku tidak puas. Menurut dia, pelaku pariwisata tidak boleh merasa puas. Harus terus berinovasi dan melakukan perbaikan-perbaikan. Terlebih dalam dunia pariwisata selalu saja ada komplain. “Salah satunya juga mewujudkan Sapta Pesona,” jelasnya.Tazbir yang dikenal dekat dengan wartawan juga berharap nantinya media di Jogjakarta tetap mendukung pariwisata. Hijrah ke ibu kota juga membuatnya merasakan hal berkebalikan dalam hubungannya dengan media.Jika dulu, ujarnya, biasanya wartawan media dari Jakarta yang melakukan wawancara melalui saluran telepon. Kini kondisinya berbalik. “Nomor saya masih yang lama,” ujarnya lantas tersenyum.Para pelaku pariwisata di Jogjakarta berharap promosi Tazbir ke Kemenparekraf dapat memberikan manfaat. Kepala Badan Promosi Pariwisata Kota Yogya (BP2KY) Deddy Pranowo Eryono menilai Tazbir merupakan aset Jogjakarta. Dia mengaku bangga Tazbir dipromosikan ke Kemenparekraf. “Harapannya jangan lupa dengan DIJ yang sudah membesarkan. Juga, bisa ikut turut mempromosikan pariwisata DIJ,” ungkapnya. (*/amd)