PRESTASI: Tiga mahasiswi Prodi Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti program student exchange dan overseas immersion program 2014. Mereka adalah Anggi Aprilia Noor saputri, Grahita Sandra Dewi dan Eke Wradani.
SLEMAN – Tiga mahasiswi Prodi Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti program student exchange dan overseas immersion program 2014. Mereke menempuh program itu sebagai proses pendidikan karakter.Selama satu semester, Anggi Aprilia Noor saputri dan Grahita Sandra Dewi akan menempuh kuliah di Solbridge International School of Business di Korea Selatan. Sedangkan Eke Wradani akan mengikuti student exchange di Italia untuk program AIESEC, volunteer project selama 1,5 bulan. Eke akan belajar di Chatholic University of Milano dan tinggal di house family. “Saya sambil mengajar di SD dan SMP,” ungkap Eke kemarin (29/1).Direktur Enterprise Resource Planning (ERP) Competence Center UII Dra Primanita MBA Ak CA mengatakan student exchange yang diikuti tiga mahasiswa tersebut bagian dari program global student mobility. Ini dalam rangka proses pendidikan karakter. Dari program itu, para mahasiswa diharapkan mampu mencapai jenjang pendidikan optimal. “Jadi, pemahaman mahasiswa tak hanya soal lintas budaya. Mereka mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan seorang siswa, namun tak harus sesuai tempat asal,” jelasnya. Wakil Rektor III Ir Bachnas MSc menambahkan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepahaman bersama antara UII dengan lebih 30 universitas di berbagai negara. Selain tukar menukar mahasiswa, ada juga program pertukaran dosen, kerja sama penelitian, hingga seminar internasional.Khusus Solbridge International School of Business sendiri, UII telah mengirimkan 75 mahasiswa. Sebaliknya, pihak Solbridge menempatkan 33 mahasiswa belajar di UII. Kerja sama terjalin sejak 2012. Baik jangka pendek selama sembilan hari atau satu semester. “Ada juga program double degree. Selama kuliah di negara lain, kredit poin mahasiswa tetap diakui di indeks prestasi komulatif (IPK),” jelas Bachnas.Untuk menjadi peserta student exchange tentu ada syaratnya. Menurut Bachnas, syarat utama kemampuan bahasa asing. Ini mutlak dikuasai secara aktif, baik lisan maupun tertulis. Nilai akademik juga menjadi pertimbangan, selain finansial yang memadai. Bachnas mengakui bahwa dalam program ini, pihak kampus tak menanggung biaya seratus persen. “Kebugaran fisik juga harus memenuhi syarat sehat,” lanjutnya. (yog/ila)