SMAN 1 Jogja (Teladan) memastikan diri sebagai tim cowok ketiga yang lolos ke babak big eight. Dalam pertandingan kedua mereka di Grup C Honda DBL Jogjakarta Series 2014, tim besutan Agung Budi tersebut sukses melewati perlawanan sengit dari SMAN 1 Kasihan (Tirto).Kemenangan degan skor 19-12 ini semakin spesial karena perjuangan mereka disaksikan dua penggawa tim nasional U-19 Evan Dimas Darmono dan Dinan Yahdian Javier. Evan Dimas dan Dinan yang tengah mengikuti Pelatnas Timnas U-19 di Jogjakarta terlihat bergabung dengan suporter Teladan.Guru Pendamping Teladan M Singgih Sulistiyono justru tidak tahu kalau perjuangan anak didiknya disaksikan langsung oleh dua orang pemain sepak bola yang turut mengharumkan nama bangsa di ajag Piala AFF U-19 tersebut. Ia mengaku terkejut setelah diberi tahu kalau Evan Dimas dan Dinan duduk di Tribun Teladan. “Mereka sudah mengharumkan nama bangsa. Namun mereka malah duduk di tribun suporter kami. Itu tentu luar biasa,” katanya.Kemenangan ini membawa Teladan lolos ke babak big eight. Dengan dua kemenangan Rifqi Husna dkk tidak mungkin tergeser dari puncak klasemen Grup C.Hasil Teladan ini otomatis juga menghabisi wakil Kabupaten Bantul dibagian cowok. Di Grup C saja mereka sudah menghabisi dua wakil Bantul sekaligus, SMAN 1 Sewon (Smase) dan Tirto. Sebelumnya wakil Bantul lainnya SMAN 1 Bantul(Smaba) sudah terlebih dulu terlempar dari Grup B,Sayangnya, kemenangan ini tidak bisa dirayakan dengan berlebihan oleh Teladan. Sebab, di babak big eight nanti mereka hampir pasti bertemu juara Honda DBL Jogjakarta Series 2012 SMAN 4 Jogja(Patbhe).Pelatih Teladan Agung Budi berharap tim besutannya bisa memperbaiki permainan. Menurutnya sepanjang babak penyisihan masih banyak kekurangan yang terdapat dalam timnya. “Terkadang anak-anak masih suka kemerungsung saat main. Selain itu under ring juga banyak yang tidak masuk. Misalnya nanti di big eight bertemu Patbhe hal ini harus dihilangkan,” tandasnya.Pelatih Tirto Wiryawan Bagus mengatakan, tim asuhannya bermain buruk dalam laga kemarin. Sejak kuarter pertama instruksinya tidak mampu dijalankan dengan baik. “Kuarter keempat itu lebih parah. Saya hanya menginstruksikan agar melakukan pelanggaran ringan. Tetapi pelanggaran yang mereka lakukan malah keras. Akhirnya kami dua kali kena technical foul,” tuturnya.(nes/din)