RONGSOK: Sisa-sisa besi bekas di Pasar Baledono Purworejo. Kerangka besi itu kabarnya dijual Rp 400 juta.
PURWOREJO – Besi bekas bangunan Pasar Baledono yang terbakar Juli 2013 lalu kabarnya dijual dengan harga Rp 400 juta. Kabar itu muncul setelah beredar surat pernyataan penjualan yang dikeluarkan pengurus Paguyuban Pedagang Pasar (Pappas) Baledono.Surat pernyataan yang tersebar di situs jejaring sosial Facebook dalam akun milik warga Purworejo. Ironisnya, status hukum dan tanggung jawab pembangunan kembali Pasar Baledono belum jelas. Praktis kabar penjualan besi kerangka bangunan tersebut memperpanjang persoalan.Dalam surat pernyataan penjualan, tertera tanda tandang Ketua Pappas H Sumedi, Sekretaris Pappas H Supriyono, dan Bendahara Pappas H Muntako. Surat pernyataan juga diketahui Direktur PT Karsa Bayu Bangun Perkasa T Susilo Handoko yang juga membubuhkan tanda tangan lengkap dengan stempel.Dalam surat pernyataan disebutkan, keputusan seluruh pedagang Pasar Baledono Purworejo, besi-besi di Pasar Baledono Purworejo yang terbakar akan dijual dengan harga Rp 400 juta.Disebutkan, hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membangun kembali Pasar Baledono Purworejo yang mengalami kebakaran. Surat pernyataan tertanggal 15 Januari 2014.Kendati begitu, kabar tentang penjualan besi-besi belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.Ketua Pappas Sumedi belum memberikan jawaban. Namun, sejumlah pedagang yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penjualan besi. Bahkan, besi-besi itu sudah diangkut pembeli, beberapa waktu lalu.Wakil Ketua DPRD Purworejo Angko Setyarso Widodo juga mendapatkan kabar tentang penjualan besi-besi Pasar Baledono. Ia mengaku kaget dan berharap kabar tersebut dicek kebenarannya.Terlebih, jika surat pernyataan dan penjualan besi-besi itu benar, jelas merupakan pelanggaran hukum. Karena, penjualan tidak dimusyawarahkan dengan Pemkab Purworejo yang juga memiliki hak atas pasar tersebut. “Pembangunan Pasar Baledono tahun 1996 kan atas dasar perjanjian, di mana pemkab juga menyertakan modal. Artinya, secara hukum pemkab punya hak atas Pasar Baledono. Kalau penjualan besi-besi itu tanpa persetujuan pemkab, jelas melanggar hukum,” tegasnya.Guna memastikan kabar kebenarannya, Angko meminta pemkab mengusut di lapangan. Jika benar, pemkab diminta segera mengambil langkah strategis.Ia mengaku membuat rekomendasi yang ditembuskan ke Gubernur Jawa Tengah, berkaitan penanganan Pasar Baledono. “DPRD merekomendasikan dibentuk tim yang diketuai Sekda Tri Handoyo. Kami harapkan rekomendasi DPRD dipatuhi dan tim yang terbentuk segera bekerja, termasuk mengecek kebenaran kabar penjualan besi itu,” pintanya.(tom/hes)