KURANG RAME: Suasana CFD di sisi barat Alun-Alun Purworejo.
PURWOREJO – Penerapan hari tanpa kendaraan bermotor atau car free day (CFD) Alun-Alun Purworejo setiap Minggu pagi, dinilai kurang greget. Momen itu belum banyak digunakan sebagai ajang kreasi atau promosi program pemerintah.Lokasi CFD hanya digunakan masyarakat berolahraga. Kemeriahan yang muncul, hanyalah barisan pedagang kaki lima (PKL) di sisi Timur Jalan Mayjen Sutoyo depan Masjid Agung Purworejo. Komunitas juga sedikit, bisa dihitung sengan jari. Misal, Joxienity dan Paguyuban Sepeda Onthel (Pasthel) Purworejo.Suasana ini jauh berbeda dibandingkan CFD di berbagai kota/ kabupaten lain. Di mana, umumnya masyarakat secara berkelompok atau pribadi mengadakan kegiatan sendiri. CFD Purworejo terbilang belum banyak dimanfatkan sebagai ajang unjuk kreativitas.Pracoyo, 50, Warga Cangkreplor, Purworejo mengungkapkan, ia biasa datang ke Alun-alun saat libur Minggu untuk berolahraga. Ia sempat menyayangkan kondisi itu. Lantaran luas areal Alun-alun tidak termanfaatkan lebih, hanya sekedar berolahraga. “Sebenarnya, pemkab bisa menggilir SKPD untuk mengadakan acara diajang seperti ini. Masyarakat yang melihat nantinya bisa tergelitik untuk mengikutinya,” ungkapnya, kemarin (2/2).Ia mengapresiasi, beberapa BUMN yang memanfaatkan CFD dengan menggelar acara. Dari situ, CFD lebih hidup dan terasa keberadaannya. “Kesenian daerah bisa dipentaskan di sini. Atau menyediakan panggung bagi band pelajar. Mereka tentu senang bisa menunjukkan kemampuannya pada masyarakat,” usulnya.Pelaksanaan CFD resmi diterapkan Pemkab Purworejo sejak Februari 2013. Kegiatan ini dimaksudkan memberikan ruang pada masyarakat berolahraga dan berekspresi.Pemberlakukan CFD setiap Minggu dan mulai pukul 05.30 – 09.00, sebetulnya sangat representatif sebagai ruang terbuka yang bebas bagi masyarakat. Terlebih kepolisian mendukung dengan melakukan penjagaan dan pengaturan akses jalan.(tom/hes)