PILIH: Para Caleg dari Dapil II usai adu visi misi di Balai Padukuhan Plumbungan, Putat, Patuk (25/1).
Karang Taruna Bhakti Muda Plumbungan, Dekatkan Caleg dengan DPT
Pemilu legislatif akan digelar 9 April 2014. Namun belum semua daftar pemilih tetap (DPT) tahu ‘luar dalam’ calon legislatif (caleg) sesuai hati nurani. Padahal, jika salah mencoblos dampak buruk bakal dirasakan hingga lima tahun ke depan.
GUNAWAN, Patuk
SUASANA Balai Padukuhan Plumbungan, Putat, Patuk ramai (25/1). Di antara ratusan warga berkerumun, terdapat delapan caleg dapil II tengah duduk bersebelahan.Mereka, Caleg PKB, S. Rudjiyo; PKS, Arif Wibowo; Golkar, Nur Rasid; Gerindra, Sri Purwanti; PAN, Madiyono; PDIP, Nurhadi; PPP Salmon Wibawanto; dan Hanura, Subroto. Sebenarnya masih ada perwakilan empat caleg seperti PBB, PKPI, Nasdem dan Demokrat namun berhalangan hadir. Delapan caleg itu akan diseleksi dan dipilih saat coblosan perwakilan DPT empat kecamatan masing-masing, Patuk, Gedangsari, Nglipar dan Ngawen.Kehadiran calon wakil rakyat ini difasilitasi Karang Taruna Bhakti Muda, Plumbungan, Putat, Patuk untuk memaparkan visi misi di hadapan perwakilan DPT. Pandai berbicara dan presentasi bukan jaminan disukai dan akan dipilih. Butuh syarat lain agar rayuan caleg manjur. Salah satunya diungkapkan warga, Slamet Raharjo.”Di media massa banyak anggota dewan ‘disekolahkan’ (ditangkap KPK) karena sejumlah kasus salah satunya, korupsi. Apakah mereka itu sudah tidak punya malu?” tanya Slamet, warga Patuk saat memasuki sesi tanya jawab.Pertanyaan ini sederhana, namun tidak hanya butuh jawaban. Satu per satu caleg menjawab. Ke delapan caleg sepakat, budaya malu harus ditanamkan sejak dini. Karena jika orang sudah tidak memiliki rasa malu bisa berbuat apa saja. Sikut kanan sikut kiri, hantam kanan, hantam kiri untuk perut sendiri.Kemudian, warga lainnya Suradi mempertanyakan sulitnya masyarakat mendapat kucuran dana dari pemerintah. Padahal dia mendengar banyak informasi, baik dana APBD maupun APBN jumlahnya besar namun sulit diambil. Sama seperti Slamet Raharjo, pihaknya melempar pertayaan untuk semua caleg. “Biar adil, kami ingin mendengar jawaban dari bapak ibu di depan ini,” ucapnya.Sebelumnya, Ketua KPUD Gunungkidul Zainuri Ikhsan dan Ketua Panwaslu Gunungkidul Buchori Ikhsan yang hadir dalam acara menyambut baik gagasan kelompok masyarakat tentang adu visi misi kandidat caleg tersebut. Mereka sepakat, terobosan seperti ini mampu memangkas angka golput.”Kegiatan seperti ini baru kali pertama di Gunungkidul. Masyarakat, khususnya peserta acara nanti jangan sampai salah pilih,” kata kedua penyelenggara pemilu ini kompak.Sementara itu, panitia acara, Erfanto Linangkung berharap hasil kegiatan membawa manfaat sehingga pemilih tidak membeli kucing dalam karung. “Kesimpulannya, silakan dipilih mana caleg yang disukai sesuai hati nurani,” katanya. (*/iwa)