Proyek Penanggulangan DB Jalan Terus
SLEMAN – Sempat mendapat perlawanan dari sebagian warga yang bakal menjadi objek ujicoba bukan berarti UGM Jogjakarta lantas menghentikan penelitian. Itu terkait rencana penyebaran nyamuk aedes aegypti dengan bakteri wolbachia. Penelitian tersebut hakikatnya untuk mencegah atau meminimalisasi penyakit demam berdarah dengue.Kepastian pelaksanaan proyek itu disampaikan Kadus Kronggahan 2 Anto Sudadi kemarin. Menurut Anto, penyebaran nyamuk dilakukan di wilayah yang semua warganya telah setuju pada proyek Eliminate Dengue Project/EDP Jogjakarta. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Kedokteran UGM dengan Yayasan Tahija dan Universitas Monash Australia.Selain Dusun Kronggahan 2, pelepasan nyamuk juga dilakukan di Dusun Kronggahan 1. “Awalnya ada juga warga yang menolak, sebanyak dua RT. Tapi sekarang sudah klir semua,” ungkap Anto.Ujicoba dilakukan di area seluas sekitar 41 hektare yang berpenduduk 400 kepala keluarga itu. Anto menyatakan, warga yang tak setuju lantaran terprovokasi pihak lain yang menolak proyek. Namun, akhirnya warga sepakat setelah memperoleh penjelasan detail pada Selasa malam (28/1).Anto mengklaim perbedaan pendapat antarwarga hanya lantaran kurang selerasnya komunikasi. “Nyamuk sudah dilepas, kok. Proyek ini kan memang sudah sejak lama tahapannya,” paparnya.Anto menambahkan, pelaksanaan proyek ini cukup simpel. Nyamuk dilepas dengan jumlah dua ekor pada tiap jarak dua meter di wilayah lingkungan permukiman. Nyamuk dilepas di tempat rimbun yang biasa menjadi tempat tinggal serangga pengisap darah itu.Sebelumnya, entomologi dari EDP Jogja Warsito Tantowijoyo menjelaskan, pihaknya akan melakukan pelepasan secara bertahap dalam rentang 16 hingga 24 minggu. Sebanyak 50 nyamuk akan dilepas selama satu minggu sekali dengan jarak 20 meter.Diharapkan nyamuk yang mengandung wolbachia itu mengawini aedes aegypti yang sudah ada di tempat itu. Hasil dari perkawinan itu akan menghasilkan generasi baru nyamuk yang telah mengandung wolbachia. Dia meyakini pendekatan tersebut tidak memerlukan perlakuan berulang-ulang agar tercapai dampak penurunan kasus demam berdarah.Peneliti utama EDP Riris Andono Ahmad mengatakan, wolbachia menyebabkan virus dengue tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh nyamuk. Dengan demikian, nyamuk tersebut tidak dapat menularkan demam berdarah.Selain itu, bakteri ini juga memperpendek umur nyamuk aedes aegypti. Akibatnya, kemampuan nyamuk untuk menularkan virus pun semakin pendek.Kendati begitu, hingga kemarin penolakan atas proyek masih dilakukan warga Karangtengah, Nogotirto, Gamping. Mereka tak mau menjadi “kelinci percobaan”.Warga beralasan tak ada jaminan dari peneliti jika ternyata proyek tersebut justru menimbulkan masalah baru di tempat tinggal mereka. “Kami tunggu itikad baik UGM untuk membatalkan proyek tersebut,” kata Ahmad Ma’ruf, warga Karangtengah. (yog/amd)