Pemerintah Kota Jogja menyadari kualitas infrastruktur jalan akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengendara kendaraan bermotor. Karena itu, secara kontinyu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Jogja aktif memantau jalan. “Selama kerusakannya tidak parah maka jalan yang rusak akan segera kami perbaiki,” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti beberapa waktu lalu.Disinggung mengenai jalan rusak karena bekas galian untuk pemasangan kabel optik dan pipa limbah atau gorong-gorong, Haryadi menjelaskan jalan yang rusak karena galian kabel optik maka perbaikannya menjadi tanggung jawab perusahaan pemasang kabel. Nah, agar jalan yang rusak tidak memakan korban jiwa maka Pemkot Jogja langsung berkoordinasi dengan perusahaan tersebut untuk segera melakukan perbaikan. “Jika tidak segera diperbaiki maka pemkot akan memberikan saksi,” terang Haryadi.Selain itu, pemkot aktif memantau rambu lalu lintas. Sejauh ini jalan dan persimpangan yang ada di Kota Jogja sudah dilengkapi rambu lalu lintas. Misalnya, rambu marka, rambu kawasan parkir, traffic light, lampu penerangan, dan lain sebagainya. “Memang ada rambu yang rusak karena sengaja dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Jika ada rambu yang rusak, pemkot berupaya langsung memperbaiki agar pengguna jalan merasa nyaman dan aman,” jelas Haryadi.Direktur Lantas Polda DIJ Kombes Pol Nasri Wiharto mengatakan, setiap hari Ditlantas melakukan pemantauan dan pendataan infrastuktur jalan raya. Selanjutnya, data yang diperoleh tersebut disampaikan kepada pemerintah daerah melalui forum lalu lintas.Forum tersebut diikuti oleh berbagai unsur seperi kepolisian, pemerintah, akademisi, penggiat lalu lintas, dan lain sebagainya. “Kami minta pemerintah segera memperbaikan jalan yang rusak tersebut karena jalan yang rusak sering memicu terjadinya kecelakaan bahkan memakan korban jiwa,” kata Nasri.Nasri mengimbau kepada masyarakat selalu selalu melakukan tiga siap sebelum bepergian. Pertama, siapkan kendaraan yang akan digunakan bepergian aman. Lakukan pengecekan pada berbagai komponen kendaraan seperti rem, lampu utama, lampu sen, rantai, ban, spion, dan lain sebagainya.Kedua, pastikan fisik pengemudi sehat dan siap berkendara. Jika kesehatan sedang droop lebih baik jangan mengemudikan kendaraan. Sebab, kondisi kesehatan sangat menentukan pada daya konsentrasi. “Terakhir, pengemudi harus selalu siap mentaati rambu lalu lintas. Jangan ngebut dan nyelip saat kondisi lalu lintas ramai. Melaju lah dengan kecepatan sedang dan jangan lupa selalu waspada,” ingat Nasri. (mar/amd)