MEMENUHI SYARAT: Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain (dua dari kanan) melakukan pemeriksaan kelengkapan pengamanan pemilu di komplek taman kota Wonosari (1/1).
Terdapat Ban Mobil Polsek yang Gundul
WONOSARI – Pemilu legislatif tinggal 66 hari lagi. Aparat kepolisian sebagai penanggungjawab utama keamanan terus melakukan berbagai persiapan. Setelah menggelar simulasi penanganan aksi unjukrasa, seluruh peralatan diperiksa.Kegiatan tersebut berlangsung di komplek taman kota Wonosari (1/1). Seluruh peralatan termasuk dari polsek di 18 kecamatan dikumpulkan. Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain yang turun ke lapangan langsung melakukan pemeriksaan.Secara umum, peralatan pengamanan dari institusi kepolisian disimpulkan baik. Namun, ada beberapa catatan. Salah satunya kondisi ban kendaraan roda dua operasional sejumlah polsek tidak standar dan cenderung membahayakan karena gundul.”Pada prinsipnya polres siap mengamankan pelaksanaan pemilu. Seluruh perlengkapan dan peralatan sudah optimal,” kata Faried Zulkarnain.Dia menjelaskan, dalam pengamanan pemilu telah melakukan sejumlah tahapan. Mulai pemetaan wilayah rawan konflik hingga antisipasi jika terjadi kerusuhan. Pengamanan pemilu nanti, jumlah personel yang dikerahkan juga sesuai tahapan. Pada masa kampanye sebanyak 587 polisi diterjunkan, sedangkan masa tenang menjadi 153 personel. Untuk proses pemungutan suara selain kekuatan polres, juga dibantu personel dari Polda DIJ.”Personel juga sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk simulasi jika terjadi permasalahan saat pemilu,” ujarnya.Mengenai perlengkapan dan kesiapan persenjataan, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi. Baik kondisi senjata maupun pemegang senjata itu sendiri. Dipastikan, bagi anggota yang tidak memenuhi syarat memengang senjata api akan ditarik.”Meski demikian, dalam pengamanan pemilu nanti personel pengendalian massa tidak dibekali senjata api. Peralatan senjata api hanya untuk perorangan,” ungkapnya. (gun/iwa)