SOK GENGSI: Peternak sapi yang bertahan di tengah gengsi masyarakat, khususnya pegawai yang enggan dan malu jika harus mencari rumput.
PURWOREJO – Sensus yang dilakukan Dinas Pertanian Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Purworejo bersama Badan Statistik Nasional (BSN), populasi sapi di di Purworejo paling sedikit dibanding populasi sapi di kabupaten/ kota se-eksKaresidenan Kedu. “Populasi sapi di Purworejo pada 2013, terhitung 14.968 ekor. Sementara rata-rata populasi sapi di kabupaten lain di Kedu, di atas 80.000 ekor. Ironisnya, setiap tahun jumlahnya terus menurun,” kata Kabid Peternakan Ir Wardaya, beberapa waktu lalu.Wardaya meneruskan, pada 2012 populasi sapi di Purworejo masih 20 ribu ekor. Menurutnya, kecilnya populasi sapi di Purworejo karena faktor wilayah dan minat warga yang kurang memeliharan sapi. Masyarakat lebih menyukai budidaya kambing. “Sentra sapi di Purworejo hanya di beberapa titik. Seperti di Kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi, Butuh, dan sebagian Pituruh. Wilayah lain, teramat sedikit. Bahkan ada yang tak ada seperti di Kecamatan Bagelen. Banyak warganya masih memegang mitos, tak akan waris memelihara sapi,” imbuhnya.Dikatakan Wardaya, Purworejo sama dengan kabupaten lain. Wilayahnya cocok untuk budidaya sapi, lantaran ketersediaan pakan cukup melimpah. “Selama ini justru pakan dari Purworejo diambil ke Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul. Lahan sawah luas, tanaman padi hampir setiap tahun ditanam. Tetapi, petani tidak mampu memanfaatkan jerami untuk pakan ternak sendiri,” katanya.Menurutnya, salah satu faktor penghambat perkembangbiakan populasi sapi di Purworejo adalah gengsi masyarakatnya yang tinggi. Di luar Purworejo, seorang pegawai memelihara sapi untuk tabungan. Tetapi, di Purworejo, semua itu jarang. “Di daerah lain, pegawai atau guru setelah ngantor, mau mencari rumput ke sawah. Mereka tidak malu. Tetapi di Purworejo, tidak banyak yang mau seperti itu. Gengsinya terlalu tinggi,” imbuh Kasi Produksi pada Dinas Peternakan Purworejo Muhammad Fatoni.Kendati begitu, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang memiliki minat membudidayakan sapi. Tahun ini, pemerintah mengucurkan dana bantuan sapi pada 26 kelompok tani ternak di Purworejo. “Masing-masing kelompok ini, mendapat lima ekor. Total ada 130 ekor sapi. Bantuan sapi itu hibah bersyarat. Pengertiannya, bantuan sapi adalah hibah, namun di lapangan diterapkan sistem bergulir, sehingga semua anggota kelompok tani mendapatkan bantuan,” terangnya.Selama ini, bantuan sapi di Purworejo bersumber APBD murni. Ia berharap sejumlah petinggi Pemkab lebih agresif meminta bantuan ke pusat atau provinsi.(tom/hes)