BELUM MAKSIMAL: Penjualan di wilayah DIJ dan Jateng masih terbatas, tapi seiring meningkatnya kapasitas produksi penjualan akan terus digenjot
JOGJA – Sejak mulai diluncurkan ke pasaran pada pertengahan tahun lalu, low cost green car (LCGC) atau sering disebut mobil murah keluaran Daihatsu, Ayla, mendapat respon baik. Secara nasional, sejak September hingga Desember 2013 kemarin penjualan Ayla mencapai sekitar 19 ribu unit. Atau sekitar tiga hingga empat ribu unit perbulannya.Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau menjelaskan empat bulan setelah diluncurkan, Daihatsu Ayla berhasil mencapai penjualan 19.141 unit. Jumlah ini menyumbang sekitar 10,29 persen dari total penjualan Daihatsu selama 2013 yang mencapai 185.942 unit. “Respon terhadap Ayla bagus dan kami harapkan pada 2014 ini bisa terus meningkat,” ujar Rio beberapa waktu lalu.Menurutnya penyebaran Ayla masih paling banyak di wilayah Jabodetabek. Kemudian disusul kota-kota lain di Indonesia seperti Bandung, Medan, Jogja, Surabaya, Medan dan Makassar. Sekitar 40 persen penjualan Ayla masih didominasi dari wilayah Jabodetabek. “Untuk wilayah DIJ dan Jawa Tengah kontribusinya sekitar 10 persen dari total penjualan nasional,” ungkapnya.Rio menambahkan pihaknya menjamin harga Ayla tidak akan mengalami kenaikan. Paling tidak dalam setahun kedepan. Menurutnya hal itu karena adanya peraturan dari pemerintah yang mengikat sehingga membuat Daihatsu harus menahan harga Ayla. Meski harga bahan baku dan nilai tukar dolar terhadap rupiah terus mengalami kenaikan. Tapi komitmen tersebut, lanjut Rio, yang juga tertuang dalam peraturan LCGC mengharuskan produsen mempertahankan harga jual mobil murahnya selama satu tahun ke depan.Sementara itu, Regional Head PT Astra Daihatsu Motor DIJ dan Jateng David Gunawan mengatakan di wilayahnya untuk penjualan Ayla masih terbatas. Karena pengiriman unitnya juga belum maksimal. Bahkan masih harus inden sekitar dua bulan. Tapi dirinya optimistis penjualan pada tahun ini bisa meningkat seiring meningkatnya kapasitas produksinya. “Pembeli Ayla beragam, dari yang pertama punya mobil atau sebagai mobil kedua,” terangnya. (pra/ila)