KLARIFIKASI: Tim sukses salah seorang caleg Provinsi DIJ mendatangi kantor panwaslu kemarin (3/2).
WONOSARI – Tim sukses salah seorang calon legislatif (caleg) PDIP Provinsi Dapil Gunungkidul naik pitam. Sebab, alat peraga kampanye (APK) di posko kemenangan di Jalan Kyai Legi, Ledoksari, Kepek, Wonosari raib. Kemarin (3/2) mereka langsung mendatangi kantor panwaslu di Jeruk, Kepek, Wonosari.Ketua Tim Sukses caleg Provinsi DIJ Dapil Gunungkidul Nuryadi dari PDIP Gunungkidul Ternalem mengatakan, gambar poster jagonya ukuran 2×3 meter tersebut diketahui lenyap pada Jumat (31/1).Berdasarkan aturan, Panwaslu beserta Satpol PP adalah dua lembaga yang berwenang melakukan pencopotan atau penertiban atribut kampanye. “Saya sudah datangi kantor Satpol PP, namun mereka tidak merasa mencopotnya. Kemudian saya ke panwaslu kabupaten ini. Saya mau minta kejelasan mengapa kok spanduk atribut di posko kami dicopot?” tanya Ternalem.Dia bingung karena ketika menghubungi panwaslu melalui telepon panwaslu mengaku tidak mencopot. Apakah ada sekelompok orang yang tidak suka dan mencopotnya, pihaknya tidak tahu. “Saya mau klarifikasi, baik panwaslu kabupaten maupun Kecamatan Wonosari. Jangan sampai kalau ini dilakukan panwas, membuat warga PDIP marah, nanti persoalan bisa runyam,” kata Ternalem.Sementara itu Ketua Panwaslu Gunungkidul Buchori Ikshan dalam kesempatan itu dengan tegas membantah telah melakukan pencopotan APK PDIP di Jalan Kyai Legi, Siyono, Playen. Menurut dia, kegiatan penertiban dilakukan jauh hari sebelum poster caleg diketahui hilang.”Kami tidak merasa mencopot. Kalaupun dilakukan panwascam seharusnya berkoordinasi dengan kami terlebih dahulu,” terang Buchori.Namun, jika memang ada anggota panwascam menurunkan APK PDIP itu menyalahi aturan. Pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi kepada petugas panwascam. Buchori memastikan, poster caleg terpasang di depan posko bukan pelanggaran. “Terpasang di posko. Jadi bukan pelanggaran, tidak boleh dicopot,” tegasnya.Dalam kesempatan itu Ketua Panwascam Wonosari Ton Martono juga dihadirkan. Dia juga mengaku tidak pernah melepas APK seperti yang dimaksud. Sama dengan keterangan ketua pawaslu, penertiban pasti melibatkan pihak lain misalnya Satpol PP. “Kalau ada APK hilang di depan posko kami tidak tahu,” kata Ton Martono.Untuk meyakinkan, para tim sukses ini dipersilakan melihat tumpukan hasil sitaan APK di gudang panwaslu. Tim sukses ini kemudian terlihat mengaduk-aduk mencari poster yang hilang namun tidak menemukannya. “Kok ga ada ya? Siapa yang mengambil?” tanya Komandan Satgas PDIP Gunungkidul Dwi Winasto. (gun/iwa)