WIRAUSAHA: Seminar “Meningkatkan Pertumbuhan Pengusaha Muda Indonesia” digelar di Auditorium Magister Manajemen UGM (3/1).
SLEMAN – Kewirausahaan di Indonesia masih lemah, pertumbuhannya 1,65 persen angkatan kerja yang menjadi wirausaha di Indonesia. Guna menstimulus tumbuhnya wirausaha muda di Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menyalurkan bantuan kepada wirausaha muda UGM.Deputi Bidang pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prakoso Budi Susetyo mengatakan pemberian bantuan tersebut ditujukan untuk menstimulasi tumbuhnya wirausaha muda di perguruan tinggi.Kementerian memberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta kepada mahasiswa UGM. “Dana bantuan diberikan dalam bentuk kompetisi wirausaha muda,” kata Prakoso saat membuka seminar Meningkatkan Pertumbuhan Pengusaha Muda Indonesia di Auditorium Magister Manajemen UGM (3/1).Prakoso menyebutkan untuk mekanisme pemberian bantuan dana kepada mahasiswa diserahkan secara langsung kepada UGM untuk kemudian diserahkan kepada wirausaha mahasiswa UGM yang berhasil lolos seleksi. Setiap usaha yang dinyatakan lolos akan diberikan bantuan dana maksimal sebesar Rp 25 juta yang disesuaikan dengan jenis usahanya.Guna meningkatkan pertumbuhan pengusaha muda di Indonesia, kata Prakoso, kementeriannya juga memberikan bantuan dana kepada wirausaha muda Indonesia yang dikompetisikan. Setidaknya sudah delapan kabupaten di wilayah Indonesia yang menerima bantuan tersebut.Di tempat yang sama Rektor UGM Prof Pratikno mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi dan masih bertumpu pada sumber daya alam. Sementara kegiatan kreatif ekonomi belum banyak disentuh.Menurut Pratikno pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih pada natural resource sehingga ekonomi kreatif juga harus didorong. “Jangan hanya puas sebagai konsumen, tetapi menjadi produsen juga harus ditingkatkan lagi,” kata dia.Menurut Pratikno, orientasi masyarakat Indonesia saat ini masih sebagai pencari lapangan kerja. Sementara orientasi untuk menciptakan lapangan kerja dengan menjadi wirausahawan masih sangat rendah.Padahal, kata mantan Dekan Fisipol UGM ini, di Amerika Serikat jumlah wirausahawan telah mencapai angka 10 persen dari total angkatan kerja, Sementara Singapura mencapai 4 persen. “Sedangkan di Indonesia masih kurang dari 2 persen. Ini yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia belum rata,” katanya.Sedangkan dalam upaya mendorong mahasiswa untuk melakukan inovasi dan menumbuhkan industri kreatif, UGM mewujudkannya dengan memfasilitasi mahasiswa mengembangkan jiwa wirausaha melalui Center of Enterpreneurship Development (CED) UGM. Selain itu, UGM memfasilitasi melalui Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI). “Kami berusaha melakukan inkubasi terhadap produk-produk riset dosen dan menjalin kerjasama dengan industri agar hasilnya sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelasnya.Sementara itu Gubernur DIJ, Sri Sultan HB X yang diwakili Plt Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Didi Purwadi mengatakan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang bertugas melahirkan tenaga ahli dan profesional hingga saat ini belum dapat menjamin lulusannya untuk tidak menjadi pengangguran. “Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap dunia kerja dan menjadi pengangguran,” katanya.Menurut Didi, jumlah pencari kerja mengalami peningkatan. Seperti pelaksanaan tes CPNS 2013 lalu, dari 120 formasi PNS yang dibuka di DIJ diserbu 19 ribu orang. Itu artinya satu formasi diperebutkan 159 orang.”Kondisi yang tidak seimbang antara peningkatan kerja dengan kesempatan kerja ini tentunya akan berujung pada pengangguran,” jelasnya. (bhn/iwa)