BIKIN MALU: Warga menduduki Balai Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan (3/2). Mereka menuntut dua perangkat desa mundur dari jabatan karena berbuat asusila.
PALIYAN – Warga Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan bergolak. Mereka menuntut dua perangkat desa mundur dari jabatan karena terlibat hubungan terlarang. Pasalnya, perilaku pamong desa ini dinilai telah mencemarkan nama baik wilayah tersebut. Puncaknya, kemarin (3/2) ratusan orang menduduki kantor balai desa setempat.Kedua perangkat desa tersebut Markuat, 44, sekretaris BPD dan Emi Dwi Asmawati, 25, kepala urusan (kaur) umum Desa Karangasem. Hubungan terlarang kedua perangkat desa ini hingga menyebabkan Emi hamil.Warga menduduki balai desa dan meminta pelaku dihadirkan ke balai desa untuk menemui warga. Difasilitasi muspika, Markuat dipertemukan dengan warga.Di hadapan warga, Markuat mengakui telah melakukan perselingkuhan dengan Emi. Sebagai konsekuensinya, dia langsung mengundurkan diri dan siap untuk menikahi pasangannya tersebut.”Saya minta maaf dan siap bertanggungjawab,” ucapnya. Mendengar keterangan tersebut warga lega dan membubarkan diri dengan tertib.Sementara itu koordinator warga, Baharudin mengatakan, perselingkuhan tersebut telah mencermarkan nama baik desa Karangasem. Untuk itu, warga menuntut keduanya \mundur dari jabatannya.”Kasusnya sudah lama. Tapi beberapa hari ini, warga mendengar kabar kalau Emi hamil empat bulan. Makanya kami menggelar aksi untuk menuntut keduanya mundur,” katanya.Dia berharap, kasus asusila melibatkan perangkat desa menjadi pelajaran bagi warga lainnya. Intinya, kejadian memalukan seperti itu jangan sampai terulang.Kepala Desa Karangasem, Amanat Ichsan menyatakan kedua perangkat desa yang berselingkuh sudah mengundurkan diri sesuai tuntutan dari warga. Untuk itu, warga diharapkan tidak melakukan tindakan anarkis. (gun/iwa)