Tim Cowok SMAN 4 Jogja (Patbhe) tidak menemui hambatan berarti saat melakoni laga big eight Honda DBL Jogjakarta Series 2014 kemarin (3/2). Menghadapi SMAN 1 Jogja (Teladan) Raden Joedan dkk menang dengan skor cukup telak 40-23.Padahal dalam laga ini Patbhe tidak berada dalam perform terbaiknya. Dari sisi offense permainan yang ditunjukkan anak-anak Patbhe kerap dimentahkan armada defense Teladan. Berbeda jauh dengan performa mereka kala “menghajar” SMAN 2 Jogja (Smada) di babak penyisihan 100-12.Selain itu defense Patbhe masih menjadi salah satu titik lemah. Kurang bagusnya defense Patbhe kata Pelatih Patbhe Budi Ariyanto memang sudah terlihat sejak sejak babak penyisihan. Hal inilah yang hingga saat ini belum terbenahi dengan sempurna. “Saya akui penampilan Patbhe dalam pertandingan kali ini tidak terlalu bagus. Nggak tahu kenapa ya,” tambah Budi.Namun Budi menganggap masalah ini tidak terlalu berat. Sebab, peak performance sebuah tim basket tentunya akan selalu berbeda-beda di setiap pertandingan. Apakah hal ini berkaitan dengan euphoria pemain usai mencetak 100 poin kontra Smada, Budi membantahnya.”Ini tidak ada kaitannya kok. Ini hanya kebetulan saja peak performance anak-anak sedang berada di bawah,” terangnya.Namun melihat lawan berat yang akan dihadapi pada fantastic four, SMA Kolesse de Britto, Budi akan langsung melakukan pembenahan. Sebab sangat berbahaya jika menghadapi JB saat tidak berada dalam performa terbaik.Di kubu SMA Teladan, Guru Pendamping M Singgih Sulistiyono mengatakan, penampilan anak didiknya cukup bagus. Namun, mental juara menjadi pembeda antara Teladan dengan Patbhe.”Kami hanya belum punya mental juara. Beda dengan Patbhe memang. Selain itu para pemain kelihatan emosional, lihat saja pelatih kami sampai kena eject,” terangnya.Singgih sendiri berharap tahun depan prestasi tim Teladan bisa lebih baik. Menurutnya prestasi menembus big eight tahun ini patut diapreiasi. (nes/din)