JOGJA – Dinas Permukiman dan Prasana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja terus mendata kondisi jalan di Kota Jogja. Dari data yang diperoleh terungkap mayoritas jalan berlubang dipicu galian pipa air hujan, saluran air limbah, dan kabel optik.Lubang galian tersebut tidak ditutup dengan sempurna. Kondisi itu memicu terjadinya keretakan permukaan jalan.Kepala Bidang Bina Marga Kimpraswil Kota Jogja Wijayanto tak tinggal dia. Dia langsung melakukan antisipasi agar lubang tidak menjadi lebih besar.Dia mengumpulkan data secara detail. Data itu bakal dipakai sebagai acuan untuk melakukan pemadatan bekas galian.Pemadatan ulang perlu dilakukan agar kondisi jalan kembali seperti sebelum dilakukan penggalian. “Hal itu dapat memicu retakan lebih besar kalau tidak dilakukan pemadatan dengan sempurna. Untuk itu setiap hari kami selalu cek kondisi jalan. Ini membahayakan pengguna jalan saat turun hujan malam hari,” terang Wijayanto di Balai Kota Jogja kemarin (3/2).Dia lantas memberikan contoh jalan yang mengalami retakan akibat penimbunan galian yang kurang sempurna. Salah satunya adalah di Jalan Kusumanegara.Air hujan dapat menggerus tanah bekas galian. Gerusan air itu dapat memperburuk kondisi jalan yang sudah berlubang.Dia memastikan kualitas dari penutupan galian di jalan raya tidak ada yang seperti semula. Hampir semua upaya penutupan galian tidak mampu menghasilkan kondisi jalan raya yang mulus seperti kondisi semula.Menurut Wijayanto, jajarannya baru mengumpulkan sekitar 20 persen lubang di jalan-jalan raya. Lubang-lubang itu antara lain terdapat di Jl Veteran, Jl Kusbini, Jl Parangtritis, dan Jl Kusumanegara.Instansinya, kata dia, siap untuk melakukan perbaikan. Pihaknya diberi anggaran sebesar Rp 5,6 miliar khusus untuk perbaikan jalan berlubang.Selain itu, ada anggaran untuk peningkatan kapasitas jalan. Jumlahnya mencapai Rp 12 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jalan dengan pengaspalan ulang. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi lubang menjadi lebih besar.Kimpraswil fokus melakukan perbaikan di ruas Jalan Gajah Mada, Jl Brigjen Katamso, dan bagian utara Jl Tamansiswa.Disinggung apakah ada perluasan ruas jalan pada 2014, Wijayanto menyatakan, hal tersebut sulit dilakukan. Sebab, lahan untuk perluasan semakin minim.Untuk itu, tegas dia, peningkatan kapasitas jalan merupakan solusi terbaik. Perbaikan jalan diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.Sebelumnya, Kepala Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto sempat mengeluhkan kondisi jalan rusak akibat galian saluran limbah dan kabel optik. Untuk itu, dia meminta jajaranya memantau kondisi jalan. (hrp/amd)