TAK terbantahkan Jogja masuk sebagai kota pariwisata utama di negeri ini. Label kota pariwisata ini terlihat dari berbagai indikasi yang ada. Mulai dari tiket transportasi menuju Kota Jogja yang selalu habis tiap akhir pekan sampai kendaraan dengan pelat luar Jogjakarta yang memedati kantong-kantong parkir.Sebagai kota tujuan wisata nomor dua di Indonesia setelah Bali, dunia pariwisata memberikan manfaat nyata terhadap perekonomian masyarakat. Mereka yang bekerja di bidang pariwisata memperoleh rezeki yang mengalir deras. Tak terkecuali, juru parkir (jukir) di Jalan Sriwedani atau di sekitar jalan yang melintang di sebelah timur Taman Pintar dan Taman Budaya.Selama liburan long weekend, Imlek lalu mereka mendapatkan untung besar. Selama tiga hari sejak Jumat sampai Minggu, rata-rata ada sekitar lima ratus kendaraan roda dua dan seratusan kendaraan roda empat yang parkir di tempat itu.Sadar mendapat rezeki melimpah dari pariwisata, jukir di Jalan Sriwedani pun tahu diri. Sehari kemarin (3/2) mereka membersihkan sampah di sepanjang jalan tersebut. Itu sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap lingkungan tempat kerjanya. “Sebenarnya setiap hari sudah dibersihkan. Tapi, itu untuk lahan masing-masing,” kata Adrian Agusta, pengelola parkir di Jalan Sriwedani, disela kerja bakti.Jukir yang akrab disapa Aan itu menjelaskan, kerja bakti membersihkan lahan parkir di sepanjang Jalan Sriwedani tersebut sebenarnya tidak dilakukan usai long weekend Imlek. Selama ini juga selalu membersihkan lokasi parkir pada pagi dan sore. “Setelah jam parkir selesai pasti kita bersihkan. Tapi karena ini kebetulan pas agak longgar, kami dan beberapa PKL (pedagang kaki lima) di sekitar sini berinisiatif membersihkan lingkungan Jalan Sriwedani,” lanjutnya.Kegiatan itu agar wisatawan maupun masyarakat yang kerap beraktivitas di sana menjadi lebih nyaman. Mereka diharapkan tetap bersedia memarkir kendaraannya di ruas jalan ini. “Yang paling penting masyarakat menjadi nyaman,” imbuhnya.Kerja bakti ini tak hanya membersihkan Jalan Sriwedani. Jukir dan PKL juga membersihkan beberapa penggal jalan menuju Jalan Sriwedani. Alhasil, pagi kemarin tak tampak sampah yang berserahkan atau menumpuk.Menjaga kebersihan di sekitar lokasi wisata memang sulit. Terlebih, Jalan Sriwedani merupakan akses pedagang maupun pengunjung menuju Pasar Beringharjo.Terlebih, ada beberapa pemulung yang memanfaatkan toko-toko yang kosong sebagai tempat berteduh. Akibatnya, sampah menumpuk di beberapa lokasi.Bahkan, ada sebuah tempat sampah yang sebenarnya kurang dimanfaatkan. Tempat sampah itu hanya dimanfaatkan pedagang dan pengunjung Pasar Beringharjo untuk tempat pembuangan sampah sementara. “Kami bersihkan karena tidak banyak dimanfaatkan pengguna parkir di sini. Karena sudah banyak tong sampah yang disediakan pemerintah,” katanya.Menanggapi kegiatan bersih-bersih ini, Camat Gondomanan Agus Arif mengakui aksi bersih-bersih lingkungan dengan kerja bakti memang sulit. Terutama jika warga sekitar baik mereka yang memanfaatkan untuk ruang usaha maupun tempat tinggal kurang menyadari. “Di Gondomanan ini banyak fasilitas publik. Kami coba untuk tekankan agar mereka juga ada rasa memiliki. Seperti di Taman Khusus Parkir Senopati atau di sini. Diharapkan mereka juga dengan kesadaran mau membersihkan lingkungannya,” kata Agus. (*/amd)