JOGJA – Pendistribusian beras untuk warga miskin (raskin) di Kota Jogja tersendat. Hal itu ternyata disebabkan pendistribusian masih dalam tahap penyesuaian mengingat saat ini baru memasuki awal tahun anggaran 2014.Seharusnya jatah raskin periode Januari sudah tuntas didistribusikan. Tapi, raskin tersebut baru bisa dilakukan pekan depan yakni 10 Februari.Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Hadi Muhtar mengatakan, berbagai pihak terkait sudah menggelar rapat koordinasi di Balai Kota Jogja kemarin (3/2). Rapat melibatkan Bulog DIJ, Biro Kesra DIJ, dan para lurah.Dalam rapat itu terungkap butuh semacam penyesuaian untuk pendistribusian raskin. Terutama penyesuaian setiap memasuki awal tahun. Di mana, pendistribusian raskin Januari diundur ke Februari. Sedangkan jatah raskin periode Februari bakal disalurkan awal Maret. “Seperti distribusi tahun lalu memang untuk awal tahun proses penyesuaian. Butuh waktu sehingga distribusi molor. Tetapi secara bertahap distribusi akan kembali normal setelah beberapa kali pencairan,” terang Hadi.Dari hasil pertemuan itu juga terungkap kuota rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin tahun ini sekitar 16.031 rumah tangga. Setiap RTS mendapat jatah beras 15 kilogram. Harga setiap kilogramnya yakni Rp 1.600.Hadi juga menyatakan ada perubahan data penerima karena adanya perubahan sosial semisal penerima meninggal dunia. Perubahan itu dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal. Termasuk melakukan pembahasan di tingkat kelurahan dengan melibatkan RT dan RW.Hadi juga menyatakan di daerah lain diterapkan model distribusi raskin dengan melakukan pembagian secara merata. Tapi, tegas dia, di Kota Jogja langkah tersebut tidak akan dilakukan.Konsep membagi secara rata raskin tersebut menyalahi aturan. Sebab, dalam aturan dinyatakan tidak ada pemberian raskin untuk semua warga. “Pengambilan raskin kami serahkan sepenuhnya kepada kelurahan,” ujarnya.Terpisah, Ketua RT 02 Dipowinatan Wahyu Sugianto mengaku cukup kecewa dengan molornya pembagian raskin. Dia menyatakan, penerima sangat membutuhkan beras tersebut.Selain itu, kata dia, pendistribusian raskin yang molor itu tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi. “Ya piye maneh. Lah wong tidak ada sosialisasi dari pemkot. Ada keluhan yang menanyakan itu,” paparnya. (hrp/amd)