Hakim Ketua Pimpin Langsung ke Lapangan

MAGELANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Magelang melakukan pemeriksaan lapangan terhadap objek sengketa dalam kasus dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Pemkot Magelang. Pemeriksaan yang dipimpin Hakim Ketua Retno Purwandari Yulistyowati SH mendapat perhatian masyarakat dari Macan Tidar Magelang. Mereka sekitar 200 orang, dan hanya berada di sekitar objek sengketa di Jalan Mataram Pasar Rejowinangun Kota Magelang.Pelaksanaan pemeriksaan melibatkan pihak tergugat, dalam hal ini Pemkot Magelang yang diwakili Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) dan Kuasa Hukum M. Zazin SH. Hadir juga, penggugat Herry Chandra alias Tjong Sien Hoo yang didampingi Kuasa Hukum Janu Iswanto SH dan Sadji SH. Hakim Retno hadir bersama hakim anggota Ratriningtyas Ariani SH dan Husnul Khotimah SH serta Panitera Pengganti Supriyanti. Mereka datang ke objek sengketa, sekitar pukul 10.30.Pemeriksaan dimulai dari Kios A 7 yang saat ini digunakan pihak investor pasar, PT Putra Wahid Pratama Salatiga sebagai tempat pemasaran. Retno mempersilahkan masing-masing pihak memaparkan posisi awal Toko Gatotkoco dan Toko Mustika, sebelum kebakaran dan pembangunan kembali pasar. Terungkap Toko Mustika berdiri sendiri dengan tiga kios lainnya di taman atau ruang publik. Sedang Toko Gatotkoco ada dalam satu kesatuan dengan kios lain di Jalan Mataram, dengan posisi menyerong ke selatan.”Dulu pasar menyerong ke selatan. Setelah kebakaran, kami bangun lagi dengan posisi lurus. Toko Mas Gatotkoco berada di bagian yang menyerong ke selatan. Sedang Toko Mustika bersama tiga kios lain, berada tegak lurus dengan Jalan Mataram, tetapi terpisah oleh jalan atau lorong kecil,” jelas Kepala DPP Isa Ashari, kemarin (3/2).Selanjutnya, pemeriksaan berpindah ke kios A1 dan A 2 yang kini menjadi objek sengketa. Retno mempertanyakan metode penempatan kembali pedagang yang digunakan DPP. Saat itu, DPP menggunakan bantuan gambar denah untuk menjelaskan.Herry Chandra pada kesempatan tersebut memprotes gambar yang digunakan DPP. Sepengetahuannya, hanya ada tiga kios yang dibangun pada 1987 dan berada di taman. Kemudian, melalui SK Wali Kota Bagus Panuntun disebut Kios Berdikari. Namun, dalam gambar milik DPP, justru ada empat kios.”Anehnya lagi, dari gambar milik DPP yang menyebutkan ada empat kios, kenapa saat ditempatkan di pasar yang baru jadi, kok jadi lima kios. Ini semua jadi aneh. Ada permainan apa ini,” sergah Herry.Retno menegaskan, pihaknya hanya melihat objek sengketa. Terhadap semua persoalan dan data, agar disampaikan pada pembuktian saja.”Saat ini, kami sedang melihat objek sengketa. Silahkan hal-hal seperti itu disampaikan di pembuktian,” tegas perempuan yang juga menjabat Wakil Ketua PN Magelang.Sengketa bermula dari perebutan kios nomor 1 dan 2 Jalan Mataram Pasar Rejowinangun. Pihak Herry Chandra selaku pemilik Toko Mas Gatotkoco menggugat perdata Pemkot Magelang karena memberikan hak menempati dua kios tersebut ke Toko Mas Mustika, yang notabene keberadaan kiosnya bernama Kios Berdikari, bukan Kios Utama yang merupakan produk Inpres 1983.(dem/hes)