Akibat Jembatan Penghubung Putus
MUNGKID – Jembatan penghubung Desa Sewukan dan Desa Paten, keduanya di Kecamatan Dukun ambrol kemarin pagi (3/2). Akibatnya, jalur evakuasi warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi itu putus total.Selain jembatan yang sudah tua, warga memprediksi banjir yang menerjang Minggu (2/2) malam, jadi penyebab utama putusnya jembatan.Kondisi ini memaksa warga harus melewati arus sungai saat menyeberang. Padahal, jembatan ini merupakan jalur perekonomian dan pendidikan.”Jembatannya ambrol pukul 04.30 . Tanah di sekitar jembatan memang kondisinya gembur,” ungkap Mujiyono, penduduk setempat.Jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 2,5 meter hampir sebagian besar ambrol. Tanah dan aspal di atas jembatan longsor menutupi arus Sungai Kepil. Beberapa material jembatan seperti pagar besi ikut terbawa material longsoran.”Jembatan ini vital bagi ribuan warga yang tinggal di Dusun Paten, Dusun Gondang, Dusun Jombong, Dusun Bandung, Babadan 1, Babadan 2, dan warga Dusun Sewukan Tegal,” imbuh Mujiyono. Akibat peristiwa tersebut, selain harus menyeberang sungai, warga yang akan beraktivitas sehari-hari terpaksa harus memutar jalur lain. Rute jalur alternatif sendiri melalui Desa Sengi, Desa Candi, Pasar Soka, dan lainnya.”Jaraknya sekitar tiga kilometer,” imbuh Sumanto, juga penduduk setempat.Relawan Guruh Merapi Harjo G menjelaskan, Sungai Kepil merupakan aliran sungai yang menampung aliran hujan dari sekitar Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta kawasan Babadan 1 dan Babadan 2. Hal tersebut membuat Sungai Kepil mengalami banjir besar.Pemkab Magelang mengaku kerugian akibat putusnya jembatan diperkirakan ratusan juta rupiah. Pemkab segera berkoordinasi dengan instansi terkait, membahas rencana pembangunan jembatan tersebut.”Kerugiannya masih dihitung. Yang jelas, mencapai ratusan juta. Ini jalur vital bagi masyarakat. Anak sekolah dan warga ke pasar harus lewat jembatan ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Sujadi di lokasi kejadian.Dikatakan, jembatan tersebut runtuh karena dimakan usia. Oleh Sujadi, peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Bupati Magelang. Rencananya, jembatan akan dibangun kembali.”Dengan begini, tidak mungkin diperbaiki. Harus dibangun ulang,” tegas Sujadi.(ady/hes)