Biore Blossom Dance Competition telah memasuki babak yang lebih seru. Dua belas tim terbaik pun kemarin (4/2) tampil dalam babak semi final Biore Blossom Dance Competition. Ide-ide kreatif pun dicurahkan secara maksimal dari segi koreo, music dan juga property.Kedua belas tim terbaik ini pun mampu menujukkan sisi lebih keratifitas ala pelajar SMA. Beberapa tim tampil dengan konsep yang sama, namun ada juga yang mengubah konsep. Perubahan ini untuk menghadirkan sisi baru yang lebih kreatif.Seperti yang ditampilkan tim dance Freedom 5 dari SMAN 1 Kasihan. Dengan konsep yang sama, yakni tribut untuk pahlawan, tim dance ini merubah sedikit beberapa gerakan. Beberapa gerakan yang lebih energik pun dihadirkan dalam konsep dance mereka. “Baru dua hari lalu kita rubah beberapa gerakan, agar yang nonton juga ngga bosen,”ujar kapten tim Ariana Khoiru Nisa.Jawara Dance Competition Honda DBL Jogja Series tahun lalu, Salvador siap mempertahankan gelar champion. Hal ini diungkapkan oleh Kapten Salvador, Manda Louis Fertanto bahwa tim dancenya siap mempertahankan gelar uang telah diraihnya.Masuk ke babak 12 besar ini, Salvador Dance pun melakukan tidak melakukan perubahan konsep. Hanya saja dari segi power dan kemantapan gerak lebih ditingkatkan lagi. Tim dance SMA Bopkri 1 Jogja ini pun tetap setia mengusung tema tradisional modern.”Persaingan yang berat karena semua peserta memiliki konsep yang unik. Sehingga kita lebih semangat untuk mempertahankan gelar Champion di tangan Salvador Dance,” kata Louis.Patbhe La Danse dari SMAN 4 Jogja pun tak mau kalah. Bahkan dalam Biore Blossom Dance Competition kali ini, Patbhe La Danse mengirimkan dua timnya maju ke babak semifinal. Persaingan secara sehat antara tim A dan B pun tetap diusung dalam kompetisi ini.Kapten Tim Patbhe La Danse (A), Shindy Nabila mengungkapkan Biore Blossom Dance Competition tahun ini sangatlah berbeda. Regulasi yang semakin ketat dan meningkatnya jumlah peserta dance menjadi alasan tersendiri. “Masuk 12 besar tentunya sangat senang, tapi tugas kami belum selesai. Belum bisa puas jika gelar juara Biore Blossom Dance Competition jatuh ke tangan SMAN 4 Jogja,” ujar Shindy.Demikian halnya dengan tim dance Patbhe La Danse (B) yang tidak menganggap tim satu sekolahnya maupun tim dari sekolah lain adalah saingan. Menurut Kapten Tim Daiyana Bintang Melati Putri, konsep yang beda dengan persaingan baru menjadi tantangan tersendiri.Meski harus bersaing dengan tim A, namun Tim B siap memberikan yang terbaik. Bahkan konsep dan persiapan yang matang mulai dari koreografi hingga properti merupakan bekal bagi timnya untuk tampil percaya diri. “Untuk tampil di 12 besar ini kita latihan lebih rutin setiap hari, memperbaiki power, blocking, proporsional, ekspresi dan detail,”ujarnya.Tak kalah uniknya tim dance dari Budi Mulia Dua pun mengusung tema Go Green. Untuk menguatkan tema ini, kostum tim dance pun diberikan lampu LED berwarna hijau. Selain itu property yang dikenakan pun cukup unik dimana ada sapu dan tempat sampah.Kapten tim, Bella Almira mengaku konsep dance ini juga mengajak untuk kampanye lingkungan. Persiapan untuk mematangkan konsep inipun sudah lama. Ide kreatif disusun untuk menghadirkan kostum, koreo dan juga property dance mereka. “Kami juga berikan kejutan dengan lebih memakasi kostum beda diawal penampilan, sehingga lebih mengerucutkan konsep yang kami usung,”ujar Kapten Tim Bella Almira.(dya/din)