Salah satu tim unggulan di bagian cowok SMA Budi Mulia Dua (BMD) menjadi tim yang paling impresif di babak big eight Honda DBL DI Jogjakarta Series 2014.Menghadapi MA Mualimin, tim asuhan Dewanta Aji Putra tersebut menang dengan skor super besar 75-4.Dalam laga kemarin (4/2), BMD seolah ingin menunjukkan kalau mereka bisa mencetak banyak poin seperti halnya rival berat mereka SMAN 4 Jogja (Patbhe).Ya, pada pertandingan terakhir babak penyisihan, Patbhe sukses membuat 100 poin guna menggulung SMAN 2 Jogja (Smada) 100-12. Dalam laga kontra MA Mualimin ini, BMD memang tampil sangat sempurna. Tercatat mereka hanya membuat empat turnovers. Mereka juga membuat MA Mualimin mengalami scoreless pada kuarter kedua dan ketiga.Pelatih BMD Dewanta Aji Putra mengatakan, kemenangan BMD ini adalah bukti kalau tim besutannya menghormati siapapun lawan yang dihadapi di lapangan. Meskipun secara kualitas MA Mualimin masih jauh, BMD tetap tampil serius dan tidak meremehkan lawan. “Kalau dilihat dari skor kami seperti membuat malu lawan. Tapi sebetulnya itu adalah bukti kalau kami menghormati MA Mualimin. Siapapun lawannya BMD harus menampilkan performa terbaik dan tidak boleh meremehkan,” katanya.Persebaran poin pemain BMD bisa dibilang cukup merata. Lihat saja dari 12 pemain yang ada di roaster 10 di antanya mampu mencetakpoin. Guard BMD Rizky Akbar berhasil menjadi top performer dengan capaian 10 poin.Dalam laga fantastic four, BMD sudah ditunggu tim kuda hitam lainnya MAN 3 Jogja (Mayoga). Kapten BMD Aufa Pandjie Aryan mengatakan secara kualitas timnya berada di atas Mayoga. Namun dia berharap BMD tidak besar kepala dan tetap tampil all out. “Yang sudah-sudah kalau kami meremehkan lawan malah jadi kesusahan. Untuk itu kami juga harus memberikan respek pada Mayoga. Tetap tampilserius dan sepenuh hati karena saat di lapangan kami menganggap semua lawan sama beratnya,” katanya.Di pihak lain pelatih MA Mualimin Rahmat Khairul mengakui kalau tim BMD jauh berada di atas level tim besutannya. Meskipun kalah telakRahmat tetap mengapresiasi anak asuhnya karena mampu meloloskan MA Mualimin sampai babak big eight. (nes/din)