Bentuk Tim Khusus, Tak Beri Toleransi
JOGJA – Dinas Perizinan (Dinzin) Kota Jogja membentuk tim khusus. Tim tersebut bertugas melakukan pengkajian terhadap 106 hotel baru yang berpotensi dibangun di Kota Jogja.
Tim tersebut berjumlah 16 personel. Tim dibagi dalam tiga kelompok. Mereka bertugas melakukan pengkajian, pengecekan admisnistrasi, sampai proses teknis final.
“Untuk mempercepat pengkajian dan pencermatan kita sudah punya tim khusus. Agar lebih fokus dalam penyelesaiannya,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perizinan Kota Jogja Setiono di Balai Kota Jogja kemarin (4/1).
Menurutnya, pengkajian dan pencermatan ditargetkan tuntas tahun. “Saya belum bisa memastikan karena masih banyak yang harus dikoreksi dari data pemohon dan investor. Seperti siteplan-nya tidak cocok dengan lokasi yang dibangun dan tata ruangnya,” jelasnya.
Setiono mengatakan, pengajuan izin 106 hotel baru yang berpotensi dibangun itu diterima sampai masa berlaku moratorium pembatasan izin pembangunan hotel 31 Desember lalu. Selain itu, sesuai Perwal Nomor 77 Tahun 2013 tentang pembatasan hotel hingga tahun 2016.
Menurutnya, pengurusan pendirian hotel baru masih harus melalui tahapan panjang. Untuk itu, tim khusus dapat membantu memepercepat pengkajian serta pencermatan 106 hotel tersebut.
Setiono menambahkan, untuk menghindari pelanggaran yang dilakukan para investor dan pemohon maka timnya melakukan pengecekan langsung di lapangan. Menurutnya, proses pengecekan lapangan perlu untuk memastikan kebenaran dokumen pengajuan. Tim akan mencermati fakta di lapangan dengan dokumen tersebut. Jika terdapat perbedaan maka tim akan minta segera dilakukan perbaikan.
Selain itu, aturan teknis Perwal 25/2013 tentang rencana pola ruang dan ketentuan intensitas pemanfaatan ruang perlu diperhatikan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketinggian dengan kemiringan 45 derajat dari sisi jalan.
Data yang dimiliki Dinzin Kota Jogja menyatakan sampai Januari ini sudah ada 15 hotel baru mendapatkan izin untuk mendirikan bangunan. Setiono menyatakan, banyaknya pengajuan izin hotel yang masuk ke instansinya dikarenakan kondisi Kota Jogja yang dinilai menjanjikan.
Dia menegaskan, dinzin tidak segan menolak proposal perizinan jika syaratanya tidak lengkap. Dinzin juga tidak memberi toleransi atas pelanggaran melanggar tahapan-tahapan yang sudah ditentukan.
Sebelumnya, Seketaris PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryana mengatakan, banyaknya hotel mesti diimbangi kesiapan infrastruktur. Dia menilai, keberadaan hotel jangan justru menjadi bumerang akibat infrasturktur pendukung yang tidak siap.
“Sarana transportasi umum menuju Jogjakarta dan bandara perlu mendapatkan pencermatan serius,” jelasnya. (hrp/kus)