PASRAH: Salah seorang korban angin kencang, Gito, warga Karangijo Kulon, Ponjong sibuk menyingkirkan reruntuhan pascatertimpa pohon kemarin (4/2).
Puluhan Pohon Roboh di Dua Kecamatan
PONJONG – Bencana angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Bencana disertai hujan ini menerjang Ponjong dan Karangmojo. Sebanyak enam rumah, satu di antaranya gedung UPT TK dan SD rusak.Peristiwa berlangsung Senin malam (3/2). Kerusakan paling parah dialami warga Karangijo Kulon, Ponjong. Gito Prayitno, rumahnya hancur tertimpa dua pohon jati. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 juta lebih. Gedung UPT TK SD Ponjong juga tak luput dari pohon tumbang.”Kejadiannya sangat cepat. Di tengah hujan lebat secara mengejutkan datang angin kencang. Bruk, pohon bertumbangan menimpa rumah,” ucap Gito Prayitno.Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, sejumlah rumah warga lain juga mengalami kerusakan ringan akibat genting rumah beterbangan. Seperti dialami warga Padangan, Ponjong, Tukino. Pohon tumbang menimpa rumah dan kandang ternaknya.Camat Ponjong Susilo Marwata mengatakan, kemarin (4/2) seluruh warga bersama muspika langsung bergotong royong melakukan perbaikan rumah. Supaya penanganan bencana lebih efektif pihaknya melibatkan muspika serta relawan dan tagana (taruna siaga bencana). “Jumlah kerugian masih dihitung, tetapi jelas mencapai jutaan rupiah,” kata Marwata.Dalam waktu yang hampir bersamaan bencana serupa melanda Kecamatan Karangmojo. Tempat tinggal warga Ngrombol, Karangmojo, Sagimin, 55, rusak tertimpa pohon. Bencana tersebut langsung ditangani personel Koramil Karangmojo, masyarakat beserta para relawan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo memastikan bantuan darurat berupa logistik sudah disalurkan. Angin kencang memang tidak bisa diprediksikan dan mungkin terjadi di seluruh kecamatan.”Kenali tanda-tanda alam. Jika mendung tebal lalu hujan turun harus waspada. Sebaiknya pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh ditebang untuk meminimalisir bahaya,” saran Budhi. (gun/iwa)