BERMASALAH: Warga hendak menabur benih ikan di Telaga Plebengan, Ngalangombo, Tileng, Girisubo (3/2).
Proyek Telaga Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak Bermasalah
Proyek pembuatan telaga oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSSO) DIJ di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo menyisakan masalah. Pasalnya, proyek yang digarap pada 2013 ini ditinggal pergi pemborong, padahal belum rampung.
GUNAWAN, Girisubo
SELAIN itu, pemborong juga belum membayar suplier atau penyedia jasa alat berat, besarnya senilai Rp 150 juta. Camat Girisubo, Jaka Wardoyo mengatakan pada 2013 BBWSO memiliki proyek pengerukan tujuh telaga. Dari tujuh telaga tersebut, empat di antaranya sudah selesai dibangun dengan talud berupa pasangan batu. Sementara tiga lainnya di Desa Tileng belum beres.”Saya anggap itu belum selesai. Kondisinya seperti itu, seminggu lalu kontraktornya sudah meninggalkan lokasi proyek,” kata Jaka Wardoyo kemarin (4/2).Dia menjelaskan, selain bermasalah pada pembangunan fisik kontraktor juga masih menyisakan persoalan pembayaran sewa alat berat milik warga. Sampai saat ini pemerintah kecamatan sudah berusaha mencari pihak kotraktor, namun sulit untuk dihubungi. “Masih berutang kurang lebih Rp 150 juta,” keluhnya.Pantauan Radar Jogja di lokasi, hasil kerukan tanah terlihat menggunung. Beberapa sisi longsor dan masuk ke dalam telaga. Talud sekeliling telaga masih terlihat belum sempurna. Belum dilapisi dengan semen, hanya berupa pasangan batu.Akses jalan menuju telaga sama buruknya. Masih berupa jalan curam, sangat membahayakan jika hujan datang.”Mohon pemerintah segera menindaklanjuti keluhan warga ini. Jangan sampai niat awal bagus namun ujung-ujungnya merepotkan masyarakat,” kata salah seorang calon legislatif Susilo Budiono Djarot usai menyerahkan bantuan bibit ikan di Telaga Plebengan, Ngalangombo, Tileng, Girisubo yang juga bermasalah.Menurut Susilo, pihaknya sempat dicurhati warga. Masyarakat mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena kontraktor sudah meninggalkan lokasi proyek. Dia kaget karena menurut keterangan warga, di sekitar telaga tidak ada sumber air.Ketika dikonfirmasi, Humas SNVT BBWSSO, Aris Dyan berjanji akan segera menindaklanjuti informasi tersebut. Dalam waktu dekat bakal dilakukan pengecekan lokasi proyek. Jika memang pelaksana proyek belum menyelesaikan kewajiban, pasti diberi sanksi. “Bisa kami tegur dan kalau perlu kami blacklist,” janji Aris. (*/iwa)