MAGELANG – Kecerobohan kembali dilakukan Pemkot Magelang. Saat perbaikan jalan yang bergelombang karena akar pohon di Jalan Gatot Subroto, ternyata bekas galian tak segera ditutup dengan aspal kembali. Akibatnya, lubang jalan yang berjumlah lima buah lebih tersebut memakan korban. “Beberapa hari lalu, ada pengendara sepeda motor terperosok lubang bekas galian akar pohon. Korban mengalami lecet,” ungkap Bagyo, pria yang berprofesi sebagai juru parkir di Superindo, kemarin (4/2).Dikatakan, perbaikan jalan yang berlangsung tiga minggu tersebut menyisakan masalah. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang masih membiarkan lubang bekas galian menganga. Perbaikan dilakukan untuk meratakan Jalan Gatot Subroto yang bergelombang akibat akar pohon peneduh yang menonjol. “Perbaikannya sudah dilakukan sejak tiga minggu yang lalu. Setelah digali dan akarnya dikepras, aspal yang dikelupas tak segera ditutup. Jalannya jadi bolong” papar Bagyo.Meski begitu, Bagyo tidak mengetahui mengapa proses penutupan lubang mandek. Yang jelas, ia menyebut adanya galian tersebut mengurangi kapasitas jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Jalan jadi sempit. Saya tidak tahu kenapa kok sampai sekarang tak segera ditutup. Padahal ini berbahaya,” imbuhnya.Kabid Bina Marga DPU Kota Magelang, Ch Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, rencana perbaikan dilakukan karena beberapa meter di ruas jalan bergelombang akibat akar pohon peneduh.Semua itu disebabkan akar pohon peneduh di sepanjang Jalan Gatot Subroto merangsak hingga ke badan jalan. Banyak pengguna jalan merasa terganggu dan serasa melintasi lintasan motor cross saat lewat jalan tersebut.Kemudian, DPU melakukan perbaikan di jalan tersebut. Sekitar enam akar pohon peneduh dipotong dan dibuat galian berbentuk kotak. Setelah itu, galian ditutupi aspal, sehingga hasil nantinya tidak bergelombang.Hingga kini, jalan dibiarkan menganga.Menurut Yonas, mandeknya proyek karena asphalt mixing plant (AMP) atau unit produksi campuran beraspal tengah dilakukan perbaikan tahap besar. “Satu-dua hari ini, akan diberikan beton dulu, karena AMP dalam perbaikan besar. Kalau sudah jadi, langsung diaspal,” kilahnya.(dem/hes)