Tuntas sudah “dendam” tim cewek SMAN Stella Duce 1 (Stece) pada SMAN 6 Jogja (Namche) di ajang Honda DBL Jogjakarta Series. Saling berhadapan di babak big eight edisi 2014 kemarin (4/2), tim besutan Andreas Agus Arjatmoko tersebut sukses membenamkan lawannya itu dengan skor tipis 15-11.Sepanjang pertandingan, kedua tim ini memang terlihat bermain sangat hati-hati. Baik Stece maupun Namche sama-sama menjadikan defense sebagai senjata andalan mereka. Hal inilah yang membuat skor pertandingan ini tidak terlalu besar.Namche sempat memiliki asa untuk kembali memberikan kekalahan pada Stece. Pada kuarter kedua, defense para pemain Namche sanggup membuat sang juara Honda DBL Jogjakarta Series tiga kali mengalami scoreless.Akibatnya, Namche menutup paro pertama pertandingan dengan keunggulan tipis 5-4.Sayangnya, memasuki kuartr ketiga defense pemain Namche tidak sempurna. Nadya Ramadhani dkk terlalu sering kalah rebound. Padahal dalam sebuah pertandingan basket mustahil sebuah tim bisa menguasai permainan tanpa rebound yang baik.Walhasil Stece mulai membuka keunggulan dan melebarkan jarak dari Namche. Di akhir kuarter keempat Namche sampat mendekat dengan selisih dua poin. Tapi mental hebat yang dimiliki para pemain Stece membuat Namche harus rela takluk 11-15.Arjat-panggilan akrab Andreas Agus Arjatomoko mengatakan, dalam laga menghadapi Namche tim besutannya tidak bermain dengan baik. Terlepas dari kehati-hatian dalam bermain, anak-anak Stece kerap terburu-buru melakukan penyelesaian akhir. “Penyelesaian akhir anak-anak kurang bagus. Padahal bisa dibilang Stece lebih menguasai permainan. Namun poin yang dihasilkan hanyasedikit,” tandasnya.Arjat sendiri berharap dalam laga fantastic four Stece sudah menunjukkan perkembangan. Terlebih lagi tim yang dihadapi adalah musuhbebuyutan mereka SMA Santa Maria (Stama). Meskipun punya tradisi bagus kala berhadapan dengan Stama, Arjat mengatakan saat ini tim besutan FX Adhy Yuwono ini menunjukkanperkembangan signifikan. Apalagi Stama memiliki masa recovery lebih panjang. “Ya hanya selang sehari kami langsung main. Sedangkan Stama sudah punya waktu istirahat. Ini juga yang menjadi handicap untuk Stece,” katanya.Sedangkan di pihak Namche, pelatih M Irvan mengatakan dirinya puas karena Namche bisa memberikan perlawanan pada Stece. Ia berharap suatu saat tim besutannya bisa mengulangi prestasi 2013, kembali mengalahkan Stece di ajang Honda DBL Jogjakarta Series. (nes/din)