JOGJA – Citilink, maskapai penerbangan nasional berbiaya murah mengumumkan kebijakan barunya, yaitu passenger service charge (PSC) atau airport tax. Dimana airport tax sudah termasuk di dalam harga tiket Citilink ke semua rute di semua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura (AP) I dan AP II. Kebijakan ini efektif mulai 1 Februari 2014 kemarin.Kebijakan PSC yang menjadi satu dengan tiket Citilink semakin memudahkan Citilinkers, sapaan untuk penumpang Citilink. “Mereka tidak perlu antre di bandara-bandara yang dikelola oleh AP I dan AP II. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Citilink, yaitu simple, on time, dan convenient,” ujar Chief Executive Officer PT Citilink Indonesia Arif Wibowo kemarin.Arif menambahkan harga tiket Citilink (date of issue/DOI) sudah termasuk PSC. Sedangkan untuk Citilinkers yang membeli tiket Citilink sebelum 1 Januari 2014 tetap akan membayar PSC atau airport tax di bandara yang dikelola oleh AP I dan AP II. “Kami telah melakukan sosialisasi mengenai kebijakan baru ini di semua media sosial, situs resmi Citilink, seluruh bandara di Indonesia serta seluruh mitra-mitra agen perjalanan Citilink,” ujar Arif.Sementara itu, Citilink baru-baru ini bekerjasama dengan tiga perusahaan retail terkemuka, yaitu Alfamart, Indomaret, dan Carrefour sebagai saluran pembayaran tiket pesawat Citilink. Hingga saat ini, Citilink mengoperasikan 24 armada Airbus A320 terbaru. Dua di antaranya jenis Sharklets atau bersayap model sirip hiu. Seluruh armada tersebut adalah untuk melayani 28 rute domestik di 22 kota tujuan ke berbagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya.Citilink meraih penghargaan Indonesia Leading Low Cost Airlines selama tiga tahun yaitu 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014 dari ITTA Foundation. Citilink telah menerbangkan 8 juta penumpang sejak pertengahan 2012 hingga akhir 2013. “Hingga Januari 2014, Citilink mencatat tingkat keterisian pesawat hingga 85 persen dengan tingkat ketepatan waktu (OTP) 87 persen,” ungkapnya. (ila)