Sebagai tim debutan di ajang Honda DBL DI Jogjakarta Series, MAN 3 Jogja (Mayoga)sama sekali tak diperhitungkan bisa melangkah jauh dalam gelaran Honda DBL Jogjakarta Series 2014.
Namun, ternyata, tim besutan Muhammad Ari tersebut sanggup menjungkirbalikkan prediksi.
Setelah lolos dari Grup H, Mayoga diperkirakan akan mudah dikalahkan SMAN 8 Jogja (Delayota) pada babak big eight. Tapi saat berlaga di fase pertama babak knock out kemarin, Mukhammas MF dkk sukses
menunjukkan penampilan brilian sehingga mampu melewati Delayota dengan skor tipis 27-25.
Mayoga langsung menggebrak pada kuarter pertama. Tanpa diduga, anak-anak Mayoga membuat para pemain Delayota sulit mengembangkan permainan. Hasilnya kuarter pertama berakhir untuk keunggulan mereka
11-8.
Tetap unggul dengan skor 15-12 di kuarter kedua, Mayoga agak keteteran di kuarter tiga. Delayota yang sudah berhasil menemukan bentuk permainan berhasil berbalik unggul. Membuat Sembilan pin tim besutan Maulvi Dimas tersebut memimpin 21-19.
Pada kuarter terakhir Mayoga terlibat kejar mengejar poin dengan sengit, Beruntung untuk Mayoga karena Pelatih lawan, Maulvi terkena
eject oleh wasit akibat melakukan dua kali technical foul.
Ditinggal Maulvi membuat mental bermain Dlayota agak down. Hasilnya saat kedudukan imbang 25-25 di delapan detik terakhir, pemain Delayota membuat turnovers fatal. Turnovers yang dilakukan Delayota ini berhasil dimanfaatkan pemain Mayoga untuk mengubah kedudukan jadi
7-25. Skor 27-25 untuk Mayoga ini bertahan hingga laga usai.
Keberhasilan Mayoga ini bukan hanya memuat mereka menorehkan prestasi sebagai tim debutan. Tapi juga mencatatkan nama mereka dalam sejarah Honda DBL Jogjakarta Series sebagai tim madrasah pertama yang menembus fantastic four.
“Tentunya pencapaian ini sangat luar biaa. Kami baru pertama main di kejuaraan sekelas Honda DBL dan langsung menembus babak empat besar,” katanya.
Sedangkan di pihak Delayota, Maulvi mengaku kecewa dengan hukuman eject yang menimpanya. Untuk technical foul keduanya itu wajar karena pemain Delayota memang melakukan defense agresif di daerah pertahanan lawan. Namun, technical foul pertamanya itulah yang dipermasalahkan.
“Saya hanya protes biasa pada kuarter petama. Tetapi kok bisa saya dinyatakan kena technical foul dua kali. Jujur saja itu sangat mengecewakan saya,” tuturnya.
Maulvi mengungkapkan eject tersebut membuat mental anak asuhnya drop.
Terlebih lagi saat dia dikeluarkan Delayota dan Mayoga sedang terlibat kejar mengejar angka yang ketat. (nes/din)