TAK SESUAI UKURAN: Rohmat mempraktikkan cara pemindahan isi tabung gas dengan bantuan alat berupa pipa tembaga berdiameter satu centimeter.
BANTUL – Kemarin (5/2) jajaran Polres Bantul membongkar praktik pengoplosan isi tabung gas elpiji di sebuah rumah yang terletak Dusun Sogatran, Ringinharjo, Bantul. Selain barang bukti berupa 16 tabung gas berukuran 12 kilogram, dan 66 tabung gas 12 kilogram petugas juga meringkus dua pelaku. Yakni, pemilik rumah bernama Atik Mundandar, 39, dan Rohmat, 30, warga Dusun Panjangan, Sendangsari, Pajangan.Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan penggerebekan praktik pengoplosan isi tabung gas bermula dari adanya laporan masyarakat. Disamping itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul selama ini juga mengeluh adanya tabung gas 3 kilogram di pasaran yang isinya tidak sesuai ukurannya. “Ini ilegal karena memanfaatkan gas subsidi dari pemerintah,” terang Surawan saat ditemui di Mapolres.Praktiknya, kedua pelaku memindahkan isi tabung gas 3 kilogram kedalam tabung gas 12 kilogram dengan bantuan alat berupa pipa tembaga berdiameter satu centimeter. Dengan alat yang ada jarum di tengahnya itu, kedua pelaku memindahkan isi tabung gas. “Untuk mengisi satu tabung gas 12 kilogram dibutuhkan 3 hingga 3,5tabung gas 3 kilogram,” urainya. Dalam sehari, kedua pelaku dapat mengoplos 30 hingga 50 tabung gas ukuran tiga kilogram. Berdasar keterangan kedua pelaku, praktik bisnis ilegal tersebut telah berjalan sejak September tahun lalu. “Kepada konsumen tabung gas 12 kilogram mereka jual dengan harga Rp 80 ribu. Kepada pengecer Rp 75 ribu,” sebutnya.Selama ini, kedua pelaku mendistribusikan gas tersebut kepada salah satu agen di wilayah Kotagede, Jogja. Kedua pelaku yang kini mendekam di tahanan Mapolres ini dijerat dengan Undang-undang No.88/1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara,” tegasnya. (zam/ila)