Tema Jogja Istimewa dalam Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2014 disambut secara istimewa oleh tim suporter. Seperti yang terlihat saat pertandingan antara SMA Budi Mulia Dua (BMD) melawan MAN 3 Jogja (Mayoga).Suporter BMD membentangkan kain batik berukuran 8×3 meter saat melakukan dukungan kemarin. “Kain batik ini untuk melengkapi seragam batik yang kami pakai,” kata koordinator tim suporter BMD Muhammad Fakhrul.Ide kreatif juga dilakukan suporter MAN 3 Jogja. Tema Jogjakarta Istimewa mereka respons dengan membawa alat musik tradisional, gendang dan angklung.Koordinator suporter Mayoga, Bagus Nur Irhamni atau yang akrab dipanggil Bean mengungkapkan dipilihnya alat musik agar bisa mendampingi yel-yel yang dinyanyikan. “Kita sangat semangat akhirnya Mayoga bisa masuk Fantastic Four. Semua siswa mendukung secara total langkah tim basket. Apapun hasilnya mereka sudah melalukan yang terbaik, dan kita menghargainya,” kata Bean.Tak mau kalah dalam memberikan semangat, guru kedua sekolah pun turut hadir. Para guru ini memilih duduk membaur di kursi penonton. Tujuannya agar lebih total dalam memberikan semangat. “Ini adalah pertandingan kita semua MAN 3 Jogja. Sehingga seluruh civitas sekolah memberikan dukungan dengan total. Perjuangan anak-anak adalah perjuangan kita semua,” kata salah seorang guru Mayoga M Fauzan Budi Santoso.Fauzan menambahkan sangat bangga atas prestasi anak asuhnya. Meski hanya bisa menembus babak Fantastic Four tapi prestasi merupakan gemilang. Hal ini karena MAN 3 Jogja baru pertama kali berpartisipasi dalam Honda DBL D.I Jogjakarta Series. “Tahun depan akan dukung lebih total lagi agar bisa meningkat prestasinya. kata Fauzan.Dukungan maksimal juga diberikan oleh Direktur Perguruan BMD Siti Nurnisa Dewanta. Untuk mendukung tim basketnya, seluruh civitas BMD dilibatkan. Tidak hanya dari SMA saja namun juga siswa dan guru SMP. ” Untuk final nanti kami juga akan total,” kata Nisa. (dwi/din)